100 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta pada Masa Transisi “New Normal”
beritapapua.id - 100 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta pada Masa Transisi “New Normal” - Kata Data

100 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta pada Masa Transisi “New Normal” – Periode New Normal dan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi khusus DKI Jakarta telah dijalankan. Pada masa yang berlaku dengan rentang periode 8 sampai 14 Juni 2020, terpantau 100 ribu lebih kendaraan masuk ke Jakarta.

Hal ini diungkap oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pada rilis persnya di Jakarta, 16 Juni 2020. Terpantau kendaraan menuju Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan. Volume lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta ini turun 19% dibandingkan dengan LHR (lalu lintas harian) Februari 2020.

Pelonggaran PSBB menuju masa kelaziman baru menyebabkan mulai beraktivitasnya masyarakat dan perkantoran, menjadi kontributor atas mulai semaraknya lalu lintas.

Sebelumnhya, pada periode PSBB tanggal 13–19 April 2020, Jasa Marga mencatat hanya terdapat 70.570 kendaraan yang menuju Jakarta. Baik itu dari arah Timur, Barat dan Selatan. Jumlah ini turun sekitar 43% jika dibandingkan dengan LHR pada bulan Februari 2020.

Baca Juga: Mahasiswa Yahukimo Tagih Janji Bupati Abock Busup

KRL Masih Menjadi Moda Pilihan Pada Masa Transisi

Transportasi umum yang selama ini menjadi moda transportasi kebanyakan pekerja di Jakarta dari kota-kota penyanggah juga mulai mencatat kenaikan. Seperti yang kami lansir dari ayobogor.com, PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat pada Senin (15 Juni 2020) ada 324.436 pengguna Kereta Rel Listrik (KRL). Angka tersebut mencatat kenaikan paling signifikan dan menjadi yang tertinggi penggunaan selama masa PSBB.

“Volume penumpang kemarin juga merupakan catatan volume penumpang tertinggi selama penerapan masa PSBB maupun PSBB Transisi,” kata Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/6), seperti yang kami lansir dari ayobogor.com.

Terpusatnya keramaian pengguna KRL masih tetap pada jam-jam sibuk, yakni pada pukul 06.00–08.00 dan 16.00–18.00. Masih menurut Anne, kesadaran para pengguna KRL pada masa transisi ini sudah lebih baik daripada masa sebelumnya. Penggunaan masker dan arahan untuk jaga jarak aman di dalam KRL dengan mudah diikuti oleh pengguna.

Pemerintah berharap dengan adanya periode kelaziman baru ini menjadi stimulasi untuk memperbaiki ekonomi. Hal ini perlu disejajarkan dengan adanya kebijakan dari perusahaan-perusahaan swasta dengan masa kerja yang bergantian. Untuk beraktivitas di tengah pandemi, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, serta kesadaran masyarakat yang kolektiktif perihal protokol kesehatan.