14 Daerah di Papua Kini Berstatus Zona Merah Pandemi Covid-19
beritapapua.id - pelaksanaan vaksinasi covid-19 di kabupaten Tolikara (dok. Humas Pemda Tolikara)

Penyebaran COVID-19 di Papua sejauh ini masih terjadi seperti daerah-daerah lainnya. Hal ini seperti yang Juru bicara Satgas Covid-19 Papua, Silwanus Sumule sampaikan. Ia menyatakan hingga kini penyebaran virus corona di Bumi Cenderawasih masih terjadi. Sumule menyatakan sejumlah 14 dari 29 kabupaten/kota di Papua berstatus zona merah pandemi COVID-19.

Ia mengimbau masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 6M, memakai masker dengan benar, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup, serta menjauhi kerumunan.

“Secara umum kondisi pandemi COVID-19 di Papua menurun, tapi tidak signifikan. Berdasarkan analisis epidemiologi, masih ada 14 daerah dikategorikan kelompok zona merah,” kata Sumule.

Ia mengakui, Satuan Tugas COVID-19 di setiap kabupaten/kota sudah mengampanyekan protokol kesehatan 6M dan melaksanakan vaksinasi. Akan tetapi, upaya itu belum berjalan maksimal.

“Kalau kita berkaca kepada pengalaman tahun lalu, terlihat di beberapa daerah mengalami penurunan. Akan tetapi, sebaran COVID-19 di Papua naik. Itu yang harus kita jaga dan antisipasi,” ujarnya.

Sumule menegaskan penerapan protokol kesehatan 6M dan pemberian vaksinasi harus diperbanyak demi membentuk imun yang kuat untuk melawan pandemi virus corona di Papua. Ia menyatakan Puskesmas dan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota harus terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehahan Provinsi, agar pasokan vaksin selalu tersedia.

“Jadi komunikasi dan koordinasi harus bagus. Pelaksanaan vaksinasi harus dimasifkan. Tidak ada cara lain, sebab sudah terbukti,” tegasnya.

Ia menyatakan penting untuk memastikan semua fasilitas kesehatan di Papua dalam kondisi baik.

“Mudah-mudahan tidak ada kasus yang luar biasa. Artinya, jangan ada pasien yang masuk fasilitas kesehatan dengan kasus berat dan kritis,” ujarnya.

Meningkatnya Kasus Covid-19 Pasca Liburan Idul Fitri

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan melalui keterangan pers tertulisnya pada Senin (21/6/2021), mengatakan perkembangan kasus virus corona cenderung meningkat lima pekan pasca liburan Idul Fitri.

Baca Juga : Agar Bisa Kuliah Online, Mahasiswi Papua Tinggalkan Jayapura

Peningkatan tersebut terlihat dari semakin bertambahnya daerah berstatus zona merah pandemi COVID-19. Susiwijono menyatakan pemerintah akan memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) hingga Senin petang menunjukkan pertambahan harian kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 14.536 kasus. Jumlah itu merupakan pertambahan harian tertinggi sejak kasus COVID-19 terkonfirmasi pertama kali di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu. Dengan penambahan itu, maka total jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi telah mencapai 2.004.445 kasus.