15 Tahanan Narkoba Sulsel Melarikan Diri
beritapapua.id - 15 Tahanan Narkoba Sulsel Melarikan Diri Kompas.com

15 Tahanan Narkoba Sulsel Melarikan Diri – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan dalam keterangannya terdapat 15 tahanan kabur dari rumah tahanan (rutan) Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sulawesi Selatan. 15 tahanan tersebut adalah narapidana narkoba.

Ibrahim menyebutkan bahwa para tahanan tersebut berhasil kabur dari selnya pada Minggu (29/3), sekitar pukul 04.40 WITA. Para tahanan itu berhasil melarikan diri usai merusak ventilasi yang berada di lantai 3 ruang tahanan tersebut.

“Ada kelalaian anggota. Itu nanti akan dievaluasi,” ucap Ibrahim. Menurutnya, terdapat prosedur standar yang dilanggar oleh penjaga sel saat itu. Walaupun demikian, ia tidak menerangkan secara rinci mengenai prosedur yang dimaksud itu.

Peristiwa kaburnya 15 tahanan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak kepolisian dalam pengamanan tahanan. Para tahanan melarikan diri pada saat tahapan menjalani proses pemberkasan untuk dikirim ke kejaksaan sebelum disidangkan.

Dijelaskan bahwa 15 tahanan yang melarikan diri memiliki kasus narkoba yang berbeda-beda, sehingga dapat dipastikan bahwa mereka bukan merupakan satu jaringan yang sama. Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pencarian secara internal sehingga belum memasukkan para tahanan yang kabur ke daftar pencarian orang (DPO).

Dari 15 tahanan yang kabur, polisi baru berhasil menangkap 3 narapidana yang kabur. Dikatakan ketiga pelaku yang tertangkap sudah dikembalikan ke ruang tahanan di Mapolda Sulawesi Selatan. Ibrahim meminta kedua belas tahanan yang masih buron untuk segera menyerahkan diri.

Selain itu ia juga mengingatkan keluarga para tahanan yang kabur untuk menginformasikan keberadaan para tahanan kabur tersebut. “Kita Imbau kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri dan juga keluarganya untuk menginformasikan keberadaan para tersangka tersebut,” ucap ibrahin dilansiir dari Kompas.com.

Baca Juga: Jokowi: “Listrik Gratis Selama 3 Bulan”

Adakah Sanki bagi Para Tahanan Yang Melarikan Diri?

Bagi para tahanan yang melarikan diri tidak terdapat sanksi pidana tambahan atau pemberatan, namun berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Pasal 47 Ayat (4) berbunyi:

“(4) Bagi Narapidana atau Anak Pidana yang pernah dijatuhi hukuman tutupan sunyi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (2) huruf a. apabila mengulangi pelanggaran atau berusaha melarikan diri dapat dihatuhi hukuman sunyi paling lama 2 kali 6 hari.”

Artinya bagi para tahanan atau narapidana yang melarikan diri akan dikenakan hukuman disiplin berupa tutupan sunyi, yang dimaksud dengan tutupan sunyi adalah isolasi tersendiri dalam jangka waktu paling lama 2 kali 6 hari.