2 Terdakwa Kasus Novel Baswedan Didakwa Penganiayaan Berat
beritapapua.id - 2 Terdakwa Kasus Novel Baswedan Didakwa Penganiayaan Berat - Antara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa dua orang yang menyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan air keras. Keduanya didakwa mealkukan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka berat yaitu Pasal 353 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi:

“(1) Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana paling lama tujuh tahun”.

Dua Terdakwa tersebut yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Atas perbuatan keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan sakit dan menyebabkan korena mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan.

“Perbuatan terdakwa Rahmad Kadir Mahulette bersama-sama denan Ronny Bugis mengakibatkan korban Novel Baswedan mengalami luka berat, yaitu mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan” Ucap Jaksa Fredik Adhar Syaripuddin di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kejadian yang menimpa Novel Baswedan bertempat di Jl. Deposito Blok T Nomor 10 RT. 003 RW. 010 Kelurahan Pengangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar 05.10 WIB yang sebelumnya telah mengincar Novel Baswedan.

Satu dari dua penyerang Penyidik KPK Novel Baswedan mempelajari rute perjalan rumah yang menjadi targetnya. Dalam Dakwaan yang dibacakan oleh JPU, Ronny bugs meminjamkan sepeda motor matic ke Rahmat Kadir Mahulette untuk mengamati kompleks perumahan tempat tinggal Novel Baswedan pada sabtu 8 April 2017.

Rahmat Kadir Mahulette mempelajari rute masuk dan keluar kompleks, termasuk rute untuk melarikan diri setelah melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Ia mengamati portal masa saja yang masih dibuka pada pukul 23.WIB yang mana hanya ada satu portal sebagai akses keluar masuk komplek perumahan tempat tinggal Novel Baswedan.

Fredrik mengatakan bahwa terdakwa Rahmat Kadir Mahulette menemukan alamat Novel dari internet yaitu di Jl. Deposito Blok T, No.8, RT.003/RW.010, Kelurahan Pengangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat ulah terdakwa, cidera yang dialami Novel disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar di bagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel.

Baca Juga: Ganda Campuran Indonesia Menjuarai All England

Sekilas Mengenai Visum Et Repertum

Visum et repertum (VER) adalah surat keterangan atau laporan dari seorang ahli mengenai hasil pemeriksaan terhadap sesuatu berdasarkan Kamus Hukum JCT Simorangkir, Rudy T Erwin, dan JT Prasetyo. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) VER termasuk kedalam alat bukti surat, yaitu berdasarkan pada ketentuan Pasal 187 KUHAP yang berbunyi:

“Surat sebagaimana tersebut pada Pasal 184 ayat (1) huruf c, dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah, adalah:

  1. Berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat di hadapannya, yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar, dilihat atau yang dialaminya sendiri, disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu;
  2. Surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang-undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang termasuk dalam tata laksana yang menjadi tanggungjawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu keadaan;
  3. Surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau suatu keadaan yagn diminta secara resmi dari padanya;
  4. Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain.”