22 Dokter Papua Tempuh Pendidikan Spesialis di Fakultas Kedokteran UI
Dokter Andreas Pekey dan Dekan FKUI (foto : jubi.co.id)

Sebanyak 22 Dokter dari Papua sedang menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal disampaikan langsung oleh Ketua Umum Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih, dr Andreas Pekey. Ini adalah salah satu program dari Pemprov bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Dr Pekey baru baru ini mengatakan, bahwa 22 Dokter saat ini sedang melakukan study UI untuk mengambil spesialis.

Ia mengatakan, 22 Dokter tersebut sudah empat bulan menempuh pendidikan. Sementara ada juga beberapa dokter yang mengambil spesialis di perguruan tinggi selain UI dengan jalur yang berbeda.

Dr Pekey mengatakan, saat ini ia sedang berada di Jakarta untuk mendiskusikan kelanjutan program dengan Dekan FK Universitas Indonesia. Hal itu lantaran dokter yang mengambil spesialis kebanyakan Orang Papua Asli (OAP).

Papua Perlu Tenaga Dokter Spesialis

Dalam hal ini ia menjelaskan, bahwa Papua sangat perlu kebutuhan tenaga dokter spesialis, sebab mengingat belum semua layanan terisi dengan tenaga yang memadai.

Rumah sakit misalnya, juga memiliki sejumah tipe seperti tipe A, Tipe B dan sebagainya, begitupun puskesmas dan klinik hingga ke layanan tingkat bawah yakni Pustu.

Selain itu, setiap layanan kesehatan memiliki tenaga kesehatan yang berbeda-beda. Maka untuk RS yang tipe A, sudah seharusnya memiliki dokter konsultan, sehingga Papua membutuhkan banyak dokter spesialis dan konsultan dan spesialis kalau status RS atau layanan kesehatan ingin ditingkatkan.

Baca Juga : Pemkot Jayapura Berikan Izin Masyarakat Salat Idul Fitri

“Kalau Konsultan harus satu tingkat di atas dokter spesialis. Kalau kita di Nabire baru punya dua konsultan, dan beberapa spesialis,” jelasnya.

Untuk itu, ia terus berupaya untuk mendorong kerjasama, baik dengan Dinas kesehatan Provinsi maupun Pemprov Papua. Agar bisa terus memajukan keahlian para dokter dengan meningkatkan ilmunya di bidang spesialis. Hal tersebut sangat perlu untuk memenuhi kebutuhan layanan di Papua pada umumnya.

“Kita akan terus berupaya agar pemenuhan kebutuhan layanan terus terpenuhi. Dan kepada adik-adik mahasiswa kedokteran OAP agar terus belajar dan setelah mendapatkan gelar dokter, harus berupaya juga untuk memperoleh spesialis bahkan konsultan,” ucapnya.

Sementara, Anggota DPRD Nabire Sambena Inggeruhi menambahkan, Pemerintah perlu mendorong para dokter asli Papua untuk meraih keahlian spesialis. Sehingga, dokter tidak hanya mentok menjadi dokter umum.

“Jadi seperti kita di Nabire, Pemda harus liat, kalau ada dokter yang bagus harus kasi sekolah lagi. Harapannya setelah kembali harus mengabdi di daerah ini,” kata Inggeruhi.