22 Pilot dan Instruktur Penerbangan Papua Diwisuda
beritapapua.id - Para pilot dan instruktur penerbangan anak asli Papua yang diwisuda - (dok. BPSDM Papua)

Sebanyak 22 pilot dan instruktur penerbangan lulusan Nusa Flight Intitute Papua, mengikuti wisuda. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Jayapura, Kamis (18/11/2021).

Dalam acara Prosesi wisuda berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini demi mencengah adanya penyebaran Covid-19 yang masih terjadi di wilayah Papua.

Dari 22 pilot dan instruktur penerbangan yang menjalani prosesi wisuda untuk pertama kali itu, terdapat 15 orang adalah siswa-siswi Orang Asli Papua (OAP). Mereka juga tergabung dalam peserta Program Beasiswa Unggul Pemerintah Provinsi Papua, yang pembiayaannya dari dana Otsus.

Antara lain Prengki Wakerkwa, Reven Wenda, Pither Tisony Keiya, Misael Molama, Paskahlis, Oromi Gwijangge, Akwila H.M.T Kogoya, Naftali Wigidipa, Yonathan Alex, Ray Marcelino, Charlewis Oriway Ansek, Alpons Keiya, Christian AP Baibaba, Harol Kristian Doko Kayame, Michael Apollos.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH mengatakan wisuda siswa-siswi Papua ini sebagai wujud pencapaian tujuan strategis kebijakan Otsus, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SMD) yang memadai baik kualitas maupun kuantitas.

Membentuk SDM Unggul

Gubernur juga mengatakan bahwa di perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi seperti saat ini menuntut terbentuk SDM yang unggul. Dengan begitu akan lahir SDM yang memiliki profesional, terampil, handal, mandiri, produktif dan penuh inovasi.

Ia juga mengatakan bahwa tanpa adanya SDM yang unggul OAP akan menjadi beban dalam pembangunan bahkan hanya menjadi penonton.

Baca Juga: Persipura Resmi Akhiri Kerjasama Dengan Jacksen Tiago

“Tanpa kualitas SDM yang unggul, OAP akan menjadi beban pembangunan bahkan penonton semata, tanpa memberikan makna yang bernilai dalam era Otsus provinsi Papua,” ungkap Gubernur.

Untuk itu ia berharap dengan adanya Program Beasiswa Siswa Unggul Papua dapat menghasilkan SDM OAP yang berkualitas. Dengan begitu SDM OAP juga bisa bersaing dan berkontribusi dalam percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua.

Enembe menjelaskan bahwa kebijakan afirmasi pemberian beasiswa kepada putra-putri OAP bertujuan meningkatkan akses pendidikan bermutu dan berkualitas. Hal ini juga merupakan upaya guna peningkatan mutu dan daya saing. Serta menyiapkan lulusan yang dapat bekerja secara mandiri di dunia usaha, dunia industri dan pemerintahan, guna percepatan pembangunan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Provinsi Papua.

Transportasi udara adalah tulang punggung pembangunan di Papua dalam hal mobilisasi barang maupun orang. Hal ini karena kondisi geografis Papua yang cukup sulit untuk dijangkau, terutama di wilayah pegunungan. Dengan kondisi tersebut membuat transportasi udara satu-satunya pilihan bagi pemerintah dan masyarakat.

“Transportasi udara merupakan penunjang utama pembangunan di Papua. Hampir 80% wilayah geografisnya adalah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut,” jelasnya.

Dengan keberhasilan ini, kata Gubernur, OAP dalam konteks NKRI harus melalukan revolusi pola pikir dan nilai hidup masyarakat dalam kerangka pasar dunia, agar sejalan dengan penguatan birokrasi pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik, dan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara di Tanah Papua.