280 ASN di Mimika Terancam Dipecat Karena Bolos Bertahun-Tahun
ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) (foto : cnnindonesia.com)

Sebanyak 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, bolos bekerja selama berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun. Hal ini Bupati Mimika Eltinus Omaleng sampaikan ketika melakukan validasi data ASN di Pemkab Mimika.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, terdapat 280 PNS yang tidak pernah masuk kantor bertahun-tahun tapi tetap menerima gaji dan tunjangan.

“Sebanyak 280 ASN ini tidak pernah masuk ke kantor selama bertahun-tahun, tapi tetap menerima gaji dan tunjangan. Saya sudah perintahkan Sekda untuk segera memanggil mereka,” ujar Eltinus, Senin (22/3/2021).

Eltinus mengatakan mengetahui informasi soal adanya 280 ASN yang malas berkantor tapi tetap menerima gaji dan tunjangan tetap setelah adanya validasi data ASN di lingkungan Pemkab Mimika.

Menyampaikan Secara Lisan Kepada ASN Melanggar

Sekda Mimika Michael Gomar menyatakan bakal menindaklanjuti surat resmi ke 280 ASN malas tersebut. Mengacu pada PP Nomor 53 Tahun 2010, ada beberapa tahapan dilakukan jika ASN yang dianggap melanggar disiplin. Seperti melakukan penyampaian secara lisan kepada yang bersangkutan untuk menghadap.

Jika penyampaian lisan itu belum juga mendapat tanggapan dari pihak ASN atau maka akan berlakunya pemanggilan pertama, pemanggilan kedua, dan pemanggilan ketiga.

Baca Juga : Menganiaya Hewan, Hati-hati Bisa Dipidana Hukum

“Bila hingga tiga kali pemanggilan tidak ada konfirmasi dan kooperatif, maka Bupati Mimika berhak membuat keputusan pemberhentian tidak dengan hormat,” kata Michael.

Berdasarkan hasil validasi yang Inspektorat Daerah serta Badan Kepegawaian dan SDM Kabupaten Mimika lakukan, 280 ASN malas itu ada yang menduduki jabatan eselon III hingga eselon IV. Mereka tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik maupun kelurahan.

Michael meminta para ASN tersebut agar kembali lagi melaksanakan tugas mereka sesuai dengan jabatan dan bidang yang mereka emban. Karena menurut ia status mereka hingga kini masih ASN di lingkungan Pemkab Mimika.

Menghentikan Pemberian Gaji dan Tunjangan ASN Mimika Untuk Sementara

Langkah yang Pemkab Mimika lakukan kepada para ASN malas itu yakni menghentikan sementara pemberian gaji dan tunjangan lainnya.

Menurut ketentuan terbaru yang Bupati Mimika Eltinus Omaleng rilis pada 2019, tunjangan PNS di Mimika resmi naik mencapai 100 persen.

Mengutip peraturan Bupati Mimika tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, tambahan tunjangan untuk eselon II a dengan posisi Sekretaris Daerah (Sekda), senilai Rp80 juta per bulan. Untuk posisi eselon II b dengan posisi asisten, pemberian tunjangan mencapai Rp40 juta per bulan.

Posisi dengan tunjangan terendah di Kabupaten Mimika berlaku untuk para medis, yakni mencapai Rp5 juta per bulan. Dalam aturan itu juga menyebutkan siapa saja yang berhak menerima TPP sesuai Pasal 6. Mereka adalah PNS dan CPNS yang namanya terdaftar dalam gaji, PNS/CPNS yang melaksanakan cuti tahunan. Tidak lupa juga cuti bersalin dan atau cuti dengan alasan penting, dan PNS pusat yang bekerja dengan status dipekerjakan atau diperbantukan pada pemerintah Kabupaten Mimika.