Khatam Quran
3 Alasan Mengapa Khatam Quran Penting Bagi Umat Muslim

3 Alasan Mengapa Khatam Quran Penting – Jika pertanyaannya adalah ‘apakah mengkhatamkan Alquran penting’ maka jawabannya sudah pasti adalah ‘ya’. Namun, masih ada beberapa orang yang mempertanyakan alasan mengkhatamkan Alquran itu penting. Untuk memahami mengapa mengkhatamkan Alquran itu penting, terlebih dahulu perlu kita ketahui keutamaannya.

Alquran adalah kitab suci umat muslim yang mengandung begitu banyak kebaikan. Segala solusi permasalahan hidup manusia, bahkan hingga kehidupan setelah kematian ada dalam Alquran. Sudah sepatutnya bahwa kita sebagai seorang muslim membaca dan berupaya untuk memgamalkannya.

Jangankan untuk mengamalkannya. Membaca satu hurufnya saja, maka ganjaran pahala terlimpah pada pembacanya. Sebagaiman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : آلم حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

مَن قرَأَ حَرْفًا مِن كتابِ اللهِ، كتَبَ اللهُ له به حَسنةً، لا أقولُ: (الم) حرْفٌ، ولكنِ الحروفُ مُقطَّعةٌ: الألِفُ حرْفٌ، واللَّامُ حرْفٌ، والميمُ حرْفٌ.

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh yang semisal. Aku tidak katakan alif laam miim itu satu huruf. Namun alif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi, no. 2910).

Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa seorang pembaca Alquran seumpama buah utrujah yang enak dan wangi. Ini menjelaskan bagaimana kita suci Alquran merupakan petunjuk yang mampu menyelamatkan manusia dari persoalan hidup bahkan setelah kematian.

Baca juga: Demonstran Norwegia Meludahi Al Quran

Setelah mengetahui sebagian kecil keutamaan Alquran, mengapa mengkhatamkan Alquran itu penting?

Berikut beberapa alasan Mengapa Khatam Quran Penting

1. Alquran adalah penolong manusia di dunia dan akhirat

Selain berisi panduan untuk menjalani hidup, Alquran akan datang sebagai penolong pada kehidupan setelah kematian, yakni akhirat. Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan hal ini.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَة

“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Juga Baca pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.” (HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy Syamilah)

Membacanya saja sudah menjadi syafaat, apalagi mengkhatamkan Alquran?

2. Alquran adalah obat bagi umat muslim

Membaca Alquran bagi umat muslim layaknya sebuah obat untuk hati. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآن

“Ketenangan itu datang dengan sebab Al Qur’an.” (HR. Bukhari no. 4839)

Pertanyaannya, mengapa membaca Alquran dapat mendatangkan ketenangan? Pertama, bahwa dalam Alquran terdapat petunjuk untuk menyelesaikan persoalan hidup. Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa Alquran memuat solusi dari perkaran kehidupan, misal perihal utang, warisa, bahkan adab sesama manusia.

Baca juga: Vaksin Covid, Keharusan Atau Sukarela?

Kedua, Alquran adalah firman Allah. Ayat suci Alquran merupakan perkataan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang mana banyak sekali kebaikan di dalamnya. Membaca Alquran sama dengan mempertebal kepercayaan terhadap kehadiran Allah ta’la. Kala kita memkanai bahwa Allah akan membantu kita setiap saat, lantas apa lagi yang ditakutkan?

Mengetahui hal tersebut, maka mengkhatamkan Alquran bagi sebagian orang menjadi sebuah kebutuhan dan bukan lagi kewajiban. Karena dari sana, seorang muslim mendapatkan ketenangan.

3. Meski penting, Khatam Quran perlu disesuaikan dengan kemampuan

Sesungguhnya, umat muslim sangat dianjurkan untuk membaca Alquran. Namun, ulama sepakat bahwa anjuran perlu menyesuaikan dengan kemampuan dan semangat masing-masing. Tidak ada aturan bahwa mengkhatamkan harus pada waktu tertentu dan batas waktu tertentu.

Ibnu Hajar juga menukil perkataan Imam Nawawi,

وَقَالَ النَّوَوِيّ : أَكْثَر الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّهُ لَا تَقْدِير فِي ذَلِكَ ، وَإِنَّمَا هُوَ بِحَسَبِ النَّشَاط وَالْقُوَّة ، فَعَلَى هَذَا يَخْتَلِف بِاخْتِلَافِ الْأَحْوَال وَالْأَشْخَاص

“Imam Nawawi berkata, “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan hari dalam mengkhatamkan Al Qur’an, semuanya tergantung pada semangat dan kekuatan. Dan ini berbeda-beda satu orang dan lainnya dilihat dari kondisi dan person.” (Fathul Bari, 9: 97).

Namun umat muslim perlu memerhatikan beberapa hal terkait mengkhatamkan Alquran. Antara lain, membaca yang mudah dan sesuai kemampuan. Dari Abdullah bin ‘Amr mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada orang yang menghafalkan Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan perdengarkanlah serta tartillah sebagaiman engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no. 1464, dikatakan hasan oleh Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy)