3 Sunnah saat Melakukan Puasa Ramadhan
3 Sunnah saat Melakukan Puasa Ramadhan

3 Sunnah saat Melakukan Puasa Ramadhan – Marhaban ya Ramadhan. Umat muslim bergembira akan hadirnya kembali bulan suci penuh berkah dan rahmat. Dalam bulan tersebut, pintu ampunan terbuka lebar dan pahala mengalir deras.

Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup. Tidak ada satu pun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Ketika itu ada yang menyeru: Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.”

Begitu besar kebaikan dalam bulan Ramadhan. Bayangkan, setan tak lagi mengganggu dan pintu ampunan terbuka lebar. Allah subhanahu wa ta’ala mengajak hamba-Nya untuk bersegera dalam ketakwaan dan meninggalkan maksiat.

Selanjutnya, salah satu bentuk rasa syukur kita dalam bulan Ramadhan adalah bersungguh-sungguh dalam ibadah. Termasuk berpuasa. Untuk itu, penting bagi kita memahami sunnah dalam berpuasa agar kita dapat mendapatkan kebaikannya secara penuh.

Berikut 3 amalan sunnah saat menjalani ibadah puasa Ramadhan.

1. Mengakhirkan Sahur

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ بِشَىْءٍ

“Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur.”

Dalam melaksanakan sahur, ada yang jarang kita sadari. Adalah mengakhirkan sahur termasuk dalam amalan sunnah. Menggapa? Karena agama Islam tak ingin menyulitkan umatnya. Selain itu, agama Islam hendak mempermudah umatnya dalam berbuat kebaikan.

Kemudian, bagaimana dengan sahur saat imsak? Adapun sejumlah ulama menyebut waktu imsak masih termasuk dalam waktu untuk sahur. Berikut firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menjelaskan hal tersebut.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al Baqarah: 187)

2. Menyegerakan Berbuka

Kedua, setelah mengakhirkan sahur, adalah sunnah untuk menyegerakan berbuka puasa. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam bahkan mencontohkan untuk segera berbuka saat adzan magrib. Nabi tidak menganjurkan umatnya untuk berbuka setelah salat magrib. Dalam sebuah hadis, Nabi memakan kurma sebelum salat. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”

Baca Juga : Abraham Lincoln, Presiden AS Pertama yang Ditembak

3. Berdoa ketika Berbuka

Selanjutnya, keutamaan berdoa ketika berbuka puasa. Perhatikan hadis berikut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.”

Jangan lupakan untuk berdoa saat berbuka puasa. Karena, ini adalah waktu yang mustajab bagi kita yang memiliki berbagai keinginan dan hajat.

Adapun Nabi menganjurkan untuk membaca doa ketika berbuka puasa. Berikut doa Nabi saat berbuka puasa. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
“Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah”

Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang mendapat rahmat dan berkah pada bulan Ramadhan.