4 Narapidana Pembunuhan di Manokwari Dipindahkan ke Lapas Makassar
beritapapua.id - Para terpidana mati kasus pembunuhan berencana yang dipindahkan ke Lapas kelas I Makassar. (dok. Kejati Papua Barat)

Kejaksaan Negeri Manokwari jajaran Kejaksaan Tinggi Papua Barat melakukan eksekusi dan pemindahan empat terpidana kasus pembunuhan dari Lapas Kelas IIB Manokwari ke Lapas Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/10) kemarin.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat Rudy Hartono, di Manokwari, Sabtu, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan pelaksanaan tersebut terjadi karena alasan keamanan dan over kapasitas lapas Manokwari.

Ia juga menjelaskan pelaksanaan eksekusi terjadi karena keluarga korban berada di Lapas Kelas IIB dan jika kedua terpidana masuk ke lapas maka bisa menyebabkan kondisi tidak kondusif. Dengan alasan tersebut kedua terpidana akhirnya terjadi eksekusi dan pemindahan ke Lapas Makassar.

Selain itu, ia menjelaskan pertimbangan terjadinya eksekusi di Lapas kelas I Makassar, sesuai dengan surat Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Manokwari Nomor: W.31.PAS.PAS1.PK.P1.04.02-1166 tanggal 7 Oktober 2021.

Rudy mengatakan, alasan lain pelaksanaan eksekusi terjadi karena saat ini kondisi Lapas Kelas IIB Manokwari sudah over crowded.

“Eksekusi ke Lapas Kelas I Makassar, karena merupakan lapas maximum security terdekat di wilayah Indonesia timur,” kata Rudy lagi.

Ia mengatakan dua terpidana yang menjalani eksekusi ke Lapas Kelas I Makassar adalah Aihil Adhari dan Umar ZM Suaib. Kedua narapidana tersebut merupakan pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dilakukan secara bersama-sama.

“Dua terpidana ini dengan amar putusan pidana seumur hidup, yang akan menjalani masa tahanan di Lapas Kelas I Makassar,” ujar Rudy Hartono.

Dua Narapidana Lain Turut Dipindahkan

Selain itu ada dua narapidana lainnya yang ikut untuk dipindahkan ke Lapas Makssar. Mereka adalah Ahmad Yani terpidana pembunuhan berencana dan Hans Koromath terpidana pemerkosa anak di bawah umur hingga meninggal dunia.

“Keduanya yakni Hans Koromath pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur hingga meninggal dunia. Hans Koromath dijatuhi hukuman pidana mati,” tuturnya.

Baca Juga: Sempat Tertunda, KINGMI Akhirnya Akan Terlaksana Pada November

Sementara, Ahmad Yani merupakan terpidana pembunuhan berencana, dengan hukuman seumur hidup.

Keduanya adalah napi yang akan ditempatkan di Lapas kelas I Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pelaksanaan eksekusi terpidana dan pemindahan napi dari Lapas kalas IIB Manokwari ke Lapas kelas I Makassar, dikawal langsung oleh empat anggota Brimob Polda Papua Barat,” kata Hartono.

Keempat napi dan petugas menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Rendani Manokwari sekira pukul 16.30 WIT menuju Makassar.