43 Anak Dirawat, Kasus Diare Meningkat di Kota Jayapura.
beritapapua.id - Pasien Diare yang mendapat perawatan di RSUD Abepura. (Foto: JPNN/Ridwan)

Data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura sejak minggu (13/11) hingga Rabu (15/11) tercatat sebanyak 43 anak di rumah sakit itu akibat diare. 

Kepala Bidang Medik RSUD Abepura, Vero Pikey mengatakan pada Minggu, 13 November pihaknya menerima 22 pasien anak dengan keluhan yang sama, yakni diare. 

“Awalnya itu hari Minggu, kami terima pasien anak sebanyak 16 anak yang berdatangan di waktu yang hampir bersamaan. Keluhan mereka sama, mencret, demam dan muntah,” ungkap dokter Vero, Selasa (15/11). 

Sementara pada Senin (14/11) kemarin ada penambahan pasien anak 8 orang dan hari ini bertambah 14 anak. “Dalam tiga hari ini sudah 43 anak yang kami rawat, dua di antaranya sudah pulang, Jadi, hingga kini ada 41 anak yang masih [dirawat] dengan keluhan penyakit diare,” ujarnya.  

Dokter Vero menjelaskan sejak kasus ini meningkat, pihaknya telah berkoordinasi dengan [Dinkes kota Jayapura dan Dinkes Provinsi Papua] guna mencari penyebab dari melonjaknya kasus diare.

Hampir 90 Persen Pasien Dari Daerah Yang Sama

Pasalnya, hampir 90 persen pasien yang datang berasal dari daerah yang sama. “Hari minggu itu kita sudah lapor ke [dinkes kota dan Provinsi] dan mereka sudah ambil sampel untuk nantinya di teliti agar jelas apa penyebab dari diare masal ini,” beber Vero. Kasus diare di kota Jayapura dalam tiga hari terakhir melonjak tajam. Tercatat 43 anak mengalami mencret, demam dan muntah.

Baca Juga: Satu Pekerja Meninggal Diparang, KKB Serang dan Bakar Kamp Tambang di Pegunungan Bintang

Dokter Vero berharap agar warga di seputaran daerah Waena, Abepura dan sekitarnya untuk sementata waktu memperhatikan kebersihan lingkungan tempat anak anak beraktifitas agar lonjakan kasus diare ini tidak terus terjadi.  “Sampai ada hasil riset dari [dinkes kota Jayapura], kami harap para orang tua bisa mengawasi anaknya agar tidak jajan sembarangan dan memperhatikan kebersihan makan minum anak dan lingkungan sekitar,” harap dokter Vero.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Nyoman Antari saat di hubungi mengatakan hingga kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Lagi [dilakukan] penyelidikan epidemiologi,” ujar dr Nyoman singkat lewat pesan WhatsApp, Rabu (15/11).