5 Jenis Makanan Yang Dapat Merusak Otak Anak
beritapapua.id - Ilustrasi Mie Instan. (foto: Geety Images)

Anak-anak, terutama di masa sekolah, selalu aktif dan energik. Melihat begitu banyaknya aktivitas sang anak, tak jarang orangtua merasa khawatir si anak bakal kelaparan karena asupan makanan tidak dapat mengimbangi kinerja otak dan tubuhnya.

Maka itu, tak heran jika di usia sekolah, orangtua selalu membekali anak dengan berbagai makanan. Mulai dari nasi, mie, roti hingga camilan-camilan ringan agar anak tidak kelaparan.

Namun, karena alasan terbatasnya waktu dan kepraktisan, sebagian orangtua memilih membekali anak dengan makanan siap saji dan camilan ringan buatan pabrik.

Memang, dengan makanan yang mudah dan praktis ini, anak akan menyukainya. Tetapi, dilansir dari medical-news.org, nyatanya makanan dengan rasa yang enak dan praktis ini, berdampak buruk pada kesehatan anak. Terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa sangat menentukan kondisi kesehatan tubuhmu secara keseluruhan. Salah satu hal yang bisa sangat dipengaruhi dari jenis makanan yang kamu pilih ini adalah otakmu.

Baca Juga: Dituduh Maling Montor, Lansia Tewas Dikeroyok Massa

Tidak hanya secara positif, konsumsi makanan tertentu juga bisa menyebabkan dampak negatif pada otak. Dilansir dari Medical Daily, berikut sepuluh makanan yang bisa berakibat negatif pada otak.

5 Makanan Yang Merusak Otak

Berikut lima makanan yang bisa merusak otak anak:

  1. Junk food
    Makanan cepat saji alias junk food dikenal praktis dan mudah didapat. Namun ternyata studi menemukan justru pangan satu ini merupakan pangan paling berbahaya buat otak anak.
    Sebagaimana dilansir Eat This, Not That!, tiga peneliti otak dan nutrisi dari Western University, London, meninjau lebih dari 100 riset berbeda. Mereka menemukan, anak-anak dan remaja dengan konsumsi junk food sangat besar berdampak negatif terhadap perkembangan otak.
  2. Minuman jus dalam kemasan
    Menurut sebuah penelitian yang dirilis Consumers Reports menyatakan, kadar kadmium, arsen anorganik, merkuri atau timbal yang dapat diukur ditemukan dari 45 produk jus yang diuji. Perusahan jus buah itu merupakan merek-merek utama yang dijual di pasar seluruh Amerika Serikat (AS).
  3. Makanan dengan pewarna buatan
    Dari berbagai hasil studi diketahui kalau pewarna sintetis jenis Red 40, Yellow 5, dan Yellow 6, diduga kuat dapat memicu gejala ADHD dan hiperaktivitas pada anak dengan sensitivitas tinggi terhadap bahan kimia dalam makanan. Sebaiknya orang tua mulai mengurangi makanan dengan pewarna buatan dan menggantinya dengan makanan dengan warna-warni alami semisal, buah-buahan maupun sayuran.
  4. Mie instan
    Seperti dikutip Parenting Healthy Babies, sepaket mi instan mengandung monosodium glutamate (MSG) yang mampu menaikkan rasa makanan. Karena jumlahnya tinggi, mi instan tidak disarankan buat anak-anak. MSG mampu memicu hiperaktivitas anak, sakit kepala dan perubahan mood misal anak mudah marah, mengamuk.
  5. Makanan atau minuman mengandung kafein
    Anak terbilang lebih sensitif terhadap kafein. Asupan mereka harus dibatasi maksimal 45 mg per hari. Kelebihan kafein bisa membuat anak mudah gugup, kurang tidur, hiperaktif, sakit kepala, sakit perut yang semua ini berbahaya bagi perkembangan mental dan kesehatan mental mereka secara keseluruhan.