5 WNA Papua Nugini Tertangkap Selundupkan 21 Kg Ganja ke Kota Jayapura
beritapapua.id - Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Gustav R. Urbinas menunjukkan barang bukti ganja. (Foto: Kabarpapua)

Tim Opsnal Narkoba Polresta Jayapura Kota menggagalkan penyelundupan 21 kilogram ganja kering oleh lima Warga Negara Asing (WNA) asal Papua Nugini.

Polisi berhasil menangkapkan kelima tersangka di Kampung Enggros, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura, Papua, Selasa (12 April 2022) lalu. Adapun kelima tersangka berjenis kelamin laki-laki yaitu BS (25), WMJ (21), BAC (24), GA (29) dan SA (21).

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Gustav R. Urbinas mengungkapkan, penangkapan ini berasal dari informasi adanya warga PNG yang melintas di Pantai Ciberi menuju Enggros menggunakan longboat.

Berbekal informasi tersebut, aparat melakukan pemantauan terhadap para pelaku tersebut. Meski sempat terjadi pengejaran, aparat bersama warga akhirnya berhasil menangkap tujuh orang dari delapan orang di long boat tersebut. Sementara satu orang tersangka lainnya berhasil kabur dari pengejaran polisi.

“Nah saat itu juga anggota kami menangkap tujuh pelaku, tapi satu orang sempat berupaya melarikan diri,” kata Gustav di Jayapura, Selasa (19/4/22).

Barang Bukti 21 Kilogram Ganja

Ia menambahkan dari penggeledahan, aparat menemukan 21 kilogram ganja yang tersimpan dalam karung dan ember cat.

“Kemudian anggota juga mengamankan longboat dan menemukan barang bukti yang diduga ganja serta satu karung ganja yang sempat dibuang ke atap rumah warga,” tambahnya.

Baca Juga: Tokoh Agama di Papua Sebut DOB Papua Sudah Menjadi Kehendak Tuhan

Meski salah satu tersangka sempat melarikan diri, namun polisi akhirnya berhasil menangkapnya di Kampung Enggros.

Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari tersangka BS sebanyak 586,34 gram ganja kering. Tersangka WMJ seberat 6.714,37 gram. Dari tersangka BAC 209,59 gram. Milik tersangka GA seberat 2.043,45 gram dan tersangka SA sebanyak 12.440,36 gram, dengan total 21.994,11 gram atau 21 Kg lebih.

“Ketujuh orang ini lalu dibawa ke Mapolresta, setelah penyelidikan, ada lima tersangka dan tiga lainnya tidak terlibat. Ketiganya sudah diserahkan ke kantor imigrasi untuk proses hukum,” terang Gustav, Selasa 19 April 2022.

“Pasal yang disangkakan, 111 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana paling singkat 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara. Juga pasal 111 Ayat (2) UU. RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” jelasnya.