A.M. Hendropriyono: Kita Ingin Sembuh Dan Terawan Menyembuhkan Kita
beritapapua.id - A.M Hendropriyono. (Foto: Mediaindonesia)

Kabar dipecatnya mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjadi perbincangan hangat publik. Ini merupakan kali kedua dokter Terawan dipecat oleh IDI.

Keahlian dokter Terawan pun bahkan diakui oleh banyak orang. Salah satunya adalah Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, mertua Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Diungkapkan oleh mantan Kepala BIN ini, berkat Terawan dirinya bisa angkat besi. Padahal saat itu kondisi sang jenderal tengah tidak memungkinkan. Lantas bagaimana cerita mertua panglima TNI ini bisa angkat besi berkat dokter Terawan pecatan IDI? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Dokter Terawan di Mata A.M. Hendropriyono

“Buat kita adalah satu kata, masa bodoh bukan urusan kita soal akademik, kita ingin sembuh dan dia (dokter Terawan) menyembuhkan kita,” kata mantan Kepala BIN ini pada (9/4/18) dilansir Liputan6.com.

Jenderal purnawirawan TNI Angkatan Darat ini menceritakan bagaimana dokter Terawan yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) menyelamatkan dirinya dari ancaman penyakit stroke. Pada saat itu, Hendropriyono mengaku merasakan sakit kepala bukan kepalang.

“Tanpa ragu saya langsung ke Terawan, 45 menit langsung segar. Keluarga yang nonton di jendela tepuk tangan, dia terbuka, bisa dilihat,” ungkap mertua panglima TNI.

Bisa Angkat Besi & Lari

Hendropriyono mengaku bersentuhan langsung dengan spesialis Radiolog Intervensi itu sejak tahun 2014 silam. Dia juga telah mendengar dan mengenal dokter Terawan mampu mengobati penyakit stroke sejak lama.

Baca Juga: Tahan Harga BBM & Listrik, Sri Mulyani ‘Ngutang’ Rp109 T

Tak hanya itu, Hendropriyono juga beberapa kali mengantarkan pejabat negara ke dokter militer ini ketika terserang stroke.

“Sekarang saya bisa lari, angkat besi, saya masih joging sama cucu. Kalau enggak saya udah tepar,” ujarnya.

Bagi mantan Kepala BIN ini, temuan dokter Terawan bukan simsalabim dalam praktik kedokteran. Apa yang telah dilakukan oleh dokter Terawan menurutnya cukup membantu pengembangan dunia medis. Terlebih lagi pada temuan Digital Subtraction Angiography (DSA) Modifikasi Terawan atau sering disebut sebagai metode “cuci otak”.