Abaikan PSBB Pasar Tanah Abang Kembali Ramai
beritapapua.id - Abaikan PSBB Pasar Tanah Abang Kembali Ramai - Kompas

Memasuki lebaran Idul Fitri, Pasar Tanah Abang kembali ramai dipadati masyarakat meskipun pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menutup pasar tersebut sejak 27 Maret karena diberlakukan PSBB untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Meski sebagian besar memakai masker, tidak sedikit juga yang menjadikan maskernya hanya sebagai aksesoris yang terkalung di lehernya dan akhirnya tidak menutupi bagian mulut dan hidungnya.

Pembeli didominasi oleh ibu-ibu dan suasana ramai memilih dengan santai baju-baju yang dijajakan oleh pedagang di Tanah Abang. Tidak sedikit juga pengunjung membawa anak-anaknya untuk ikut berbelanja di tengah kerumunan orang banyak. Kegiatan yang terjadi di Tanah Abang ini dapat dikategorikan melanggar aturan PSBB karena lebih dari 5 orang.

Baca Juga: Anak Buah Kapal Indonesia Dipukuli dan Dibuang oleh Kapal Cina

Satpol PP Pasar Tanah Abang Kewalahan

Camat Tanah Abang Yassin Passaribu menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta bantuan penguatan personel Satpol PP ke tingkat kota. Ratusan petugas Satpol PP akan dikerahkan untuk mengawasi Pasar Tanah Abang. Hal tersebut guna mengantisipasi kembali terjadinya kerumunan pedagang yang berjualan di trotoar.

Menurut Yassin Passaribu, akan ada sekitar 100 personel Satpol PP yang dikerahkan menjaga area Pasar Tanah Abang dan menertibkan pedagang yang sebetulnya tidak diperbolehkan beroperasional pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sejumlah pedagang kembali meramaikan kawasan Pasar Tanah Abang, meski gedung pusat perbelanjaan itu masih ditutup. Mereka kembali beraktivitas dengan berjualan di sepanjang trotoar kawasan Jatibaru sampai area Gedung Blok G Pasar Tanah Abang. Tanpa menghiraukan larangan berjualan dan berkerumun di tengah pandemi Covid-19.

Kebanyakan para PKL itu kucing-kucingan dengan para petugas. Sehingga, ketika melihat ada Satpol PP akan lewat, mereka langsung buru-buru membersihkannya dagangannya. Banyaknya pedagang yang berjualan menarik magnet masyarakat untuk berdatangan, hingga memadati kawasan Tanah Abang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan PKL di Pasar Tanah Abang dilarang berjualan selama pelaksanaan PSBB di Ibu Kota. Ia mengklaim Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan PKL yang masih berjualan di sekitar Pasar Tanah Abang.

Riza menyatakan masalah PKL yang masih menjamur memang jadi persoalan di Jakarta. Pemprov DKI dalam hal ini tengah mencari formula yang tepat bagi PKL agar memiliki lapak tersendiri sehingga tak berjualan di pinggir jalan.

Fenomena di Pasar Tanah Abang saat ini menunjukkan masyarakat tak mempedulikan imbauan pemerintah soal social distancing atau physical distancing (jaga jarak) ditengah kebijakan PSBB.