Gempa di Papua
Ada Pergerakan 9 Sesar Aktif yang Sebabkan Gempa di Papua

Awal tahun 2021, gempa bumi kembali mengguncang sejumlah wilayah Indonesia, Rabu (13/01/2021), termasuk Papua. Tercatat, koordinat gempa Papua terletak pada 2,87 LS-136,94 BT atau 30 kilometer tenggara Waropen, Papua.

Gempa yang terjadi pada pukul 03.17 WIT itu berpusat pada kedalaman 74 kilometer dengan kekuatan magnitudo 5,7. Meski demikian, (Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pihak BMKG tetap mengimbau agar masyarakat Papua dan Papua Barat mewaspadai fenomena gempa. Pasalnya, ada 9 sesar atau patahan di kedua provinsi tersebut yang menyebabkan wilayah rawan gempa.

Dedy Irjayanto, Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pergerakan 9 patahan tersebut menyebabkan sebanyak 1.597 gempa pada tahun 2020 di Papua dan Papua Barat.

Sebagai tambahan, (BMKG) mencatat pada hari itu gempa mengguncang wilayah lainnya, yakni Bali, Bengkulu, dan Bandar Lampung. Secara berurutan, gempa terjadi mulai dari Bali, Papua, Bandar Lampung, kemudian Bengkulu.

Gempa pertama terjadi di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali dengan kekuatan magnitudo 3,1. Menurut catatan BMKG, gempa yang terjadi pukul 00:57:33 WIB itu berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa kemudian kembali terjadi di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Pukul 02:54:45 WIB gempa terjadi di Lampung disusul oleh gempa di Bengkulu pada pukul 13:18:22 WIB.

Gempa Papua 13 Januari 2021 Berikut Penjelasan BMKG

Baca juga: Iklan Yang Menyesatkan

“Sembilan sesar atau patahan yang wajib diwaspadai masyarakat di Papua dan Papua Barat karena pergerakannya yang sangat aktif, hal inilah yang memicu rawan terjadi gempa bumi tektonik,” ungkap Dedy, mengutip dari kabar24bisnis, Jumat (15/01/2021).

Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan 9 lokasi sesar ini. Antara lain Sesar Sorong di Sorong dan Sesar Ransiki di Ransiki pada wilayah Papua Barat. Pada Provinsi Papua, Sesar Yapen di wilayah Serui dan Biak, Zona Patahan Waipoga, Wandamen. Kemudian sesar Zona Lajur Anjak Mamberamo di wilayah Sarmi dan sekitarnya, hingga sesar Sungkup Weyland di Nabire dan sekitarnya.

Untuk itu, Dedy mengimbau agar warga yang bermukim di sekitar wilayah tersebut untuk lebih waspada. Ia berharap, warga mulai menyiapkan rencana penanggulangan bencana apabila gempa sewaktu-waktu terjadi.

“Warga yang bermukim di sembilan jalur sesar ini harus meningkatkan mitigasi karena wilayah Papua dan Papua Barat merupakan kawasan rawan terjadi gempa,” ungkapnya.

Sesar aktif tersebut merupakan alasan dari banyaknya jumlah gempa bumi yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Dedy merinci bahwa dari 1.597 yang terjadi sebagian besar berkekuatan di bawah 4 magnitudo. Tercatat, terdapat 12 kali gempa berkekuatan di atas 5 magnitudo yang terjadi di tahun 2020.

“Adapun ditinjau dari sisi kekuatan magnitudo, 1.597 gempa ini meliputi 1.420 kali gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 4, 165 kali gempa dengan magnitudo 4—5, dan 12 kali gempa dengan magnitudo di atas 5,” pungkas Dedy.