Adab Makan
Adab Makan agar Lebih Berkah

Adab Makan agar Lebih Berkah – Nampaknya, makan sudah menjadi hobi sebagian orang. Mencicipi berbagai macam cita rasa beragam masakan menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka. Orang bilang, kegemaran tersebut kerap mendorongnya untuk melakukan ‘wisata kuliner’.

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala perilaku manusia. Termasuk adab dalam makan. Beberapa anjuran dan sunnah dalam makan tak hanya membuat manusia menjadi sehat. Namun, adab makan dalam Islam dapat membawa berkah dan pahala.

Ada baiknya, seorang yang gemar wisata kuliner juga memerhatikan adab dalam makan. Adab utama yang menjadi landasan perihal makan adalah jangan makan berlebihan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas.” (HR At-Tirmidzi 2380, Ibnu Majah 3349, Ahmad 4/132)

Salah satu alasan untuk tidak makan berlebihan adalah karena dari makanan, boleh jadi penyakit muncul. Kita tahu, bahwa tak semua makanan yang lezat itu sehat. Misal, daging kambing yang dapat memicu kolesterol atau es krim yang dapat menyebabkan gula darah naik. Ini mengapa Syaikh Muhammad Al-Mubarakfury menjelaskan,

ﻭﺍﻣﺘﻼﺅﻩ ﻳﻔﻀﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻧﻴا

“Penuhnya perut (dengan makanan) bisa menyebabkan kerusakan agama dan dunia (tubuhnya).” (Tuhfatul Ahwadzi)

Baca juga: Dari Rachel Vennya Kita Belajar

Makan tidak berlebihan adalah prinsip Islam dalam makan. Namun, masih ada adab lainnya yang perlu kita patuhi saat makan. Berikut adab makan dalam Islam,

1. Ucapkan Basmallah saat Hendak Mulai Makan

Menjadi prinsip orang muslim untuk menyertai segala urusannya dengan menyebut nama Allah. Begitu juga soal makan. Hendaknya kita menyebut nama Allah sebelum kita memulai makan. Sebagaimana ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.

Mengucapkan basmallah sebelum makan mencegah setan ikut makan bersama kita. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لاَ يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya.”

2. Makan dengan Tangan Kanan

Sebagai muslim yang baik, janganlah kita mengikuti perilaku setan. Salah satunya dengan makan pakai tangan kiri. Dalam sebuah hadis, makan dengan tangan kiri adalah perilakunya setan.

Dalam Shahih Muslim disebutkan,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula.”

3. Makan dari Pinggir ke Tengah

Ini adalah adab yang bersama kita harus ikuti, yakni makan dari bagian pinggir ke tengah. Kerap kali ketika kita sudah lapar, makan seperti apapun kita lakukan, termasuk makan dari bagian tengah. Padahal, makan dari pinggir memiliki keberkahan.

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ

“Barokah itu turun di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.”

Begitulah beberapa adab makan dalam Islam. Semoga kita termasuk dalam hamba yang melaksanakan tugas dan amalannya.