Ahok Berangan Menjadi Presiden Indonesia
Beritapapua.id - Ahok Berangan Menjadi Presiden Indonesia - Pikiran Rakyat

Ahok Berangan Menjadi Presiden IndonesiaKomisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berangan andai dirinya menjadi presiden Indonesia. Hal ini diungkapkannya lewat video youtube Butet Kertaradjasa.

Ahok mengatakan bahwa hal yang pertama dilakukannya adalah membuka amnesti bagi pengemplang pajak hingga pelaku korupsi. Menurutnya hal ini penting agar masyarakat dapat memilih mana pejabat yang baik dan yang korup.

“Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama. Supaya rezim ke rezim it uterus menjadikan ini semacam ATM. Siapa yang enggak pernah buat salah, kalau pilkada di Indonesia, siapapun yang ikut harus bisa membuktikan secara terbalik hartanya,” ucapnya dalam video tersebut.

Ahok juga berpendapat bahwa seorang presiden tidak susah untuk membuat kebijakan seperti pemutihan ini. Menurutnya, mudah bagi seorang presiden untuk membuka semua kekayaan para pejabat negara serta politisi agar menjadi lebih transparan.

“Kalau jadi presiden tuh gampang, kita tinggal proses supaya rakyat tahu siapa yang perbuat dari mana harta dia seperti itu. Setelah itu sebagai kepala negara berhak memberikan pengampunan, itu rekonsiliasi bangsa. Rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan. Tapi kejahatan apapun harus tercatat sehingga rakyat generasi kita berikutnya akan belajar,” ucapnya.

Yang kedua, Ahok juga akan memperbaiki gaji para pejabat negara, dengan prinsip key performance indeks (KPI) dan dengan melaksanakan KPI tersebut dengan baik.

Ahok pun menyinggung soal Pilkada. Ia berharap para calon pejabat bisa menyampaikan kepemilikan harta secara terbalik, dan harus jujur dalam mengutarakan dari mana harta tersebut berasal.

Baca Juga: KKP Dukung Ekspor Kepiting Bakau Dari Papua

Komisaris Utama Rasa Direktur Utama

Dalam video yang sama, Ahok juga berbicara tentang Pertamina. Sambil bercanda, Ahok mengatakan bahwa Ia adalah Direktur Utama (Dirut) yang menyamar sebagai Komisaris Utama (Komut).

“Makanya ada yang ledekin, ini Komut rasa Dirut. Saya juga bercanda, saya bukan Komut rasa Dirut, (tapi) Dirut nyaru Komut gitu karena kita awasi kan,” tutur Ahok.

Selain itu, Ahok pun menjabarkan berbagai gebrakannya untuk membenahi Pertamina. Yang pertama adalah soal jenjang karir karyawan Pertamina. Ahok mengatakan bahwa pada eranya, sudah ada lelang jabatan dan semua karyawan bisa mengikuti lelang tersebut. Ia mengatakan bahwa karyawan bisa langsung naik 4 – 5 level apabila kinerjanya bagus.

“Pertama kita perbaiki itu adalah soal jenjang karier. Kalau dahulu di Pertamina itu dapat nilai bagus cuma boleh naik satu tingkat PRL-nya (Pertamina Reference Level). Jadi kalau orang mau jadi Vice President, orang mesti kerja mungkin di atas 20 tahun. Ini urut kacang, sekarang saya potong. Kita masuk yang kedua kali, kita tes, tadi baru rapat juga bahwa kalau kamu tes bagus juga bisa langsung loncat 4-5 kali,” tambahnya.

Ahok pun menyampaikan harapannya, agar Pertamina bisa segera menerapkan sistem digitalisasi dalam berbagai hal.