Akhiri Konflik di Wouma, 3 Pemda Bantu Bayar Kompensasi Rp 2,5 Miliar
beritapapua.id - Konflik antar suku di Jayawijaya. (foto: Merdeka)

Akhirnya konflik antara dua kelompok warga yang terjadi di Distrik Wouma, Jayawijaya menemukan titik terang. Pasalnya tiga pemimpin daerah dari Lanny Jaya, Nduga dan Jayawijaya sepakat dalam membayarkan kompensasi kepada kelompok yang dua warganya meninggal dunia.

Tiga kepala daerah itu juga langsung menyerahkan kompensasi senilai Rp 2,5 milIar tersebut kepada warga yang terlibat konflik di Wouma. Dalam penyerahan yang berlangsung pada, Rabu (12/1/2022) kemarin mendapatkan pengamanan ketat dari pihak keamanan.

Dalam pembagian kompensasi ini, kelurga korba pertama akan menerima Rp 1 miliar dan Rp 1,5 miliar untuk keluarga korban kedua.

Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom mengatakan bahwa pihaknya akhirnya bisa menyelesaikan konflik di Wouma secara damai. Dengan langkah tepat yang pemerintah ambil yaitu memberikan pembayaran kompensasi kepada pihak keluarga korban.

“Kami sudah kerja keras dan hasilnya kami sudah dapati bersama, bahwa masyarakat pada prinsipnya telah menerima perdamaian. Keluarga besar terutama masyarakat Nduga secara kekeluargaan telah menerima segala daya upaya yang dilakukan oleh bupati Nduga yang luar biasa, dan diback-up bupati Jayawijaya dan saya bupati Lanny Jaya bersama seluruh unsur TNI/Polri.” ungkapnya, Rabu (12/1/2022).

Himbauan Dari Tiga Bupati

Pada kesempatan itu, Befa menegaskan bahwa sumbangan dana tersebut bukan untuk pembayaran kepala atau nyawa. Langkah ini merupakan himbauan dari tiga bupati yang sudah masyarakat terima.

“Dana ini bukan bayar kepala atau nyawa, tapi karena dasarnya himbauan tiga bupati terutama bupati Nduga sudah diterima masyarakat. Sehingga tiga bupati berpartisipasi menyelesaikan perdamaian secara utuh dan menyeluruh,” jelasnya.

Baca Juga: Masyarakat di Kota Jayapura Mulai Abaikan Penerapan Prokes

Sebagai Ketua Asosiasi Bupati Se-Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom juga berterimakasih kepada bupati Nduga yang telah bekerja keras selama beberapa hari ini sehingga pada akhirnya masyarakat dapat menerima perdamaian.

“Masyarakat Lanny Jaya termasuk juga Wouma-Lanny-Nduga yang dibawah (Wouma) juga pada prinsipnya menunggu apa yang disampaikan oleh keluarga besar Nduga–Lanny (Ilekma),” katanya.

Bupati Nduga Wentius Nimiangge menyampaikan terimakasih kepada Pemda Jayawijaya dan Lanny Jaya atas kerja kerasnya. Karenanya konflik antara dua kelompok di wilayah tersebut bisa selesai secara damai.

Ia juga menilai masalah-masalah seperti ini terjadi karena banyak warga Nduga yang masuk ke Jayawijaya. Untuk itu ia berharap semua masyarakat yang mengungsi di Jayawijaya dan Lanny Jaya bisa kembali wilayah asalnya.