Akibat Baku Tembak TNI-Polri dan TPNB, Ratusan Warga Mengungsi
beritapapua.id - Ilustrasi operasi TNI (foto : antara)

Akibat baku tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB dan aparat gabungan TNI-Polri yang bermula pada tanggal 27 April 2021 banyak warga yang akhirnya mengungsi. Dan sampai sekarang warga masih mengungsi untuk terhindar dari konflik dan baku tembak.

Sebanyak 653 warga yang berasal dari Distrik Mabugi dan Distrik llaga Utara, serta warga dari empat kampung di Distrik llaga mengungsi di pusat wilayah llaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

Para warga dari empat kampung di Distrik Ilaga turut mengungsi menuju pusat permukiman di Ilaga, hal ini mereka lakukan agar terhindar dari konflik bersenjata yang terus berlanjut di Kabupaten Puncak. Masing-masing warga tersebut berasal dari Kampung Wuloni, Tagaloa, Kalebut dan Kimak.

Namun hingga saat ini masih ada ratusan warga sipil yang masih mengungsi dan bertahan di Ilaga seperti yang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Peniel Wakerkwa sampaikan.

Pemkab Puncak Telah Menerima dan Mendata Para Pengungsi

Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Puncak telah menerima dan mendata para pengungsi itu.

“Pengungsi dari Distrik Mabugi dan Distrik llaga Utara sudah masuk dan ada di kota llaga. Mereka sudah ditempatkan di tujuh tenda. Jumlah masyarakat dari Distrik Mabugi mencapai 282 orang, dan dari llaga Utara 371 orang. Di Distrik llaga, ada empat kampung yang warganya mengungsi, yakni Kampung Wuloni, Tagaloa, Kalebut dan Kimak. Mereka ditempatkan di Jalan Kimak sampai Iringame I, dan II. Ada juga yang tinggal di perumahan Pemda” kata Wakerkwa.

Baca Juga : Hati-hati! Daging Punya Nutrisi yang Berbahaya

Wakerkwa mengatakan sebagian besar warga sipil di Kabupaten Puncak mengungsi ke hutan. Pemerintah Kabupaten Puncak memperkirakan jumlah penduduk di Distrik Mabugi mencapai 3.000 orang, Distrik Ilaga Utara 3000 orang. Sedangkan jumlah penduduk di Kampung Kimak dan Kampung Tagaloa diperkirakan antara 800 dan 900 orang.

“Sebanyak 653 penduduk sudah berada di llaga. Akan tetapi, sebagian besar warga yang mengungsi ada di hutan. Dan yang punya uang sudah mengungsi ke kota Timika, Nabire, dan Jayapura,” beber Wakerkwa.

Wakerkwa mengatakan hingga kini masyarakat tidak bisa beraktivitas di llaga, karena pasukan TPNPB maupun pasukan TNI/Polri sama-sama berjaga-jaga di luar kota.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sejumlah bantuan kepada para warga sipil yang mengungsi ke Ilaga. Namun hal itu masih ia rasa kurang, dan berharap masyarakat luas untuk turut membantu para warga yang mengungsi itu.