Akibat Invasi Ukraina, Rusia Menerima Sanksi Dari Berbagai Negara
beritapapua.id - Aksi demonstrasi warga Ukraina di London, Inggris. (Foto: Getty Images)

Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut, Sejumlah negara pun telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk menyerbu Ukraina pada tanggal 24 Februari 2022.

Sanksi yang diterima oleh Rusia adalah sanksi ekonomi dan finansial. Dari sanksi-sanksi tersebut diharapkan dapat melumpuhkan dan melemahkan ekonomi Rusia sehingga Rusia menghentikan serangannya ke wilayah Ukraina yang dipimpin oleh Presiden Voldymyr Zelenskyy.

Sejauh ini ada delapan negara yang terlibat dalam pemberian sanksi terhadap Rusia. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Eropa, Kanada, Jerman, Jepang, Taiwan, dan Australia.

Sanksi Terhadap Rusia dan Negara yang Memberikannya

Amerika Serikat

Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap dua bank yang dinilainya sebagai lembaga finansial terpenting bagi Rusia. Selain itu, Presiden Joe Biden juga menjatuhkan hukuman terhadap rusia di bidang ekspor impor, ekspor ulang, penjualan serta penyediaan barang, serta layanan dan teknologi langsung maupun tak langsung dari wilayah Rusia.

Beberapa Institusi dan 13 perusahaan Rusia juga harus menerima sanksi dari Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan tersebut dilarang untuk menggalang dana di Negara yang dipimpin oleh Presiden Joe Biden. Larangan juga diberikan pada penerbangan Rusia agar tidak memasuki wilayah udara Amerika Serikat.

Apple yang merupakan salah satu perusahaan asal Amerika Serikat juga ikut bertindak. Pabrik ponsel tersebut telah menghentikan penjualan semua produknya di Rusia.

Uni Eropa

Perserikatan di Benua Biru memasukkan sejumlah politikus dan pejabat Rusia dalam daftar hitam. Uni Eropa juga telah menjatuhkan sanski kepada 680 nama dan 53 lembaga yang telah membahayakan kedaulatan Ukraina.

Tidak hanya itu, Uni Eropa juga telah menahan ekspor impor yang berkaitan dengan separatis yang ingin memisahkan diri dari Ukraina. Perserikatan Uni Eropa juga melarang ekspor barang yang digunakan secara dua arah termasuk komputer, peralatan telekomunikasi dan semikonduktor, serta pesawat dan suku cadang penerbangan. Sanksi pun semakin lengkap dengan pelarangan terhadap sejumlah bank yang mengolah keuangan separatis tersebut.

Perserikatan melarang pula jual beli saham Rusia serta mengeluarkan saham-saham perusahaan Rusia dari pasar saham. Perserikatan juga melarang penerbangan Rusia untuk memasuki wilayah udara dan bandara-bandara anggota Uni Eropa.

Inggris Raya

Inggris Raya turut menjatuhkan sanksi terhadap lima bank Rusia. Tiga orang dengan nilai kekayaan tinggi dan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin juga dihukum dengan cara membekukan aset yang dimiliki lembaga dan nama yang dimaksud. Nama-nama tersebut juga dilarang untuk masuk ke Inggris. Inggris Raya juga mengancam akses lembaga Rusia untuk mengelola dollar AS DAN Inggris serta mengalang dana di London.

Kanada

Pemerintah Kanada akan melarang warga negara mereka untuk melakukan kerja sama finansial dengan Luhansk dan Donetsk. Kanada juga memberikan sanksi terhadap anggota parlemen Rusia yang ikut mengakui kedaulatan Luhansk dan Donetsk. Selain itu warga negara Kanada juga dilarang untuk membeli utang Rusia dan melarang dua bank Rusia untuk melakukan transaksi finansial.

Baca Juga: Mengenal BPJS Kesehatan Lebih Dalam

Jerman

Kanselir Olaf Scholz menangguhkan sertifikasi pipa Nord Stream 2 yang mengalirkan gas Rusia ke Eropa melintasi Jerman.

Australia

Sejumlah nama yang ikut bertanggung jawab dalam penyerbuan Rusia ke Ukraina diterapkan sanksi oleh Australia. Hal tersebut disampaikan oleh Scott Morrison selaku Perdana Menteri Australia.

Jepang

Perdana Menteri Fumio Kishida mengumumkan bahwa pemerintahannya akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas agresi militer yang dilakukaannya ke Ukraina. Sejumlah sanksi termasuk melarang penerbitan obligasi Rusia dan pembekuan aset sejumlah tokoh Rusia juga dilakukan oleh Pemerintah Jepang.

Taiwan

Negara pusat semikonduktor itu mengatakan akan menghentikan ekspor semikonduktor, suku cadang yang penting bagi industri di Rusia.