Akibat Serangan KKB, 2 Nakes Jatuh ke Jurang di Pegunungan Bintang
Sejumlah bangunan terbakar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, (13 September 2021). (Dok. Humas Polda Papua)

Dua tenaga kesehatan wanita yang jatuh ke jurang saat melarikan diri dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) belum bisa untuk dievakuasi.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI, Izak Pangemanan mengatakan dua tenaga kesehatan tersebut belum bisa terevakuasi karena tidak ada peralatan memadai.

Mereka terjatuh ke jurang di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua saat berupaya menyelamatkan diri dari keganasan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Selain anggota TNI-Polri, masyarakat juga ikut membantu untuk mengevakuasi kedua tenaga kesehatan tersebut, dan saat ini memang proses evakuasi terus akan berlanjut.

Izak Pangemanan juga mengatakan kondisi korban saat ini belum bisa untuk dipastikan, karena saat ini korban juga masih belum memberikan respon setelah salah satu anggota keluarga berteriak ke arah jatuhnya korban.

“Belum dipastikan kondisi keduanya, namun saat anggota dan warga ke lokasi dan berteriak tidak ada respons dari keduanya,” ujar Brigjen TNI Izak Pangemanan, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan bahwa menurut laporan terungkap bahwa jurangnya cukup dalam sementara peralatan pendukung tidak ada sehingga menyulitkan untuk evakuasi.

“Kami sudah minta bantuan dan meminjam alat dari Basarnas di Sentani yang dijadwalkan dibawa saat evakuasi korban yang terluka,” ucapnya.

Proses evakuasi sendiri akan berjalan saat peralatan sudah memadai dan cuaca di wilayah itu juga mendukung adanya proses evakuasi.

Proses Evakuasi Korban Akan Menggunakan Helikopter

Evakuasi korban KKB akan menggunakan helikopter Caracal milik TNI-AU yang saat ini sudah berada di base ops Lanud Silas Papare di Sentani.

Ia juga menjelaskan bahwa proses evakuasi tersebut itu akan terlaksana pada Kamis (16/9) dengan rute Sentani-Kiwirok-Makodam XVII Cenderawasih.

Baca Juga: Bupati Meruke: PON Papua Harus Sukses Meski Masih Ada Kekurangan

Aparat keamanan TNI-Polri, Senin (13/9) kontak tembak dengan KKB pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

KKB juga melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti puskesmas, gedung sekolah dasar, kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua serta rumah warga dan pasar.

Sebelumnya ada 6 tenaga kesehatan jadi korban KKB di Kiwirok Pegunungan Bintang. Empat orang di antaranya luka-luka, satu orang tewas dan satu hilang.

Sementara menurut laporan masih ada satu orang lagi nakes yang hilang dan belum ada yang mengehetaui keberadaannya. Korban diduga kabur saat ada penyerangan KKB.

Sebelumnya KKB menyerang dan melakukan aksi anarkistis di Kiwirok Pegunungan Bintang. Gerombolan ini membakar sejumlah fasilitas umum dan rumah-rumah warga.