Demas Paulus Mandacan
beritapapua.id - Demas Paulus Mandacan - KlikPapua

Sosok Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan di mata Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba. Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan tutup usia di Rumah Sakit Angkatan Laut, Senin (20/4/2020) pukul 21.10 WIT.

“Pak Bupati, dijadwalkan akan melakukan rekaman jantung. Namun, para petugas medis yang datang ke kediamannya, langsung membawa Bupati ke rumah sakit. Ia dikabarkan sempat jatuh di kamar mandi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, dr Alfred Bandaso, Senin malam.

Sebelumnya, pada Senin pagi, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, terlihat sehat dan menghadiri rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama Gubernur Papua Barat dan para Bupati se Manokwari Raya (Pegaf, Mansel, Bintuni dan Wondama), untuk membahas kesiapan anggaran penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Saat ditemui di Swiss Belhotel, Rabu (22/4/2020) Barnabas Dowansiba mengatakan, sosok almarhum adalah seorang pemimpin yang memiliki integritas, berdedikasi tinggi dan tegas. “Selain kita satu suku, Demas adalah kawan sejati semasa masih duduk dibangku pendidikan, hingga saat menjabat sebagai seorang Bupati Manokwari Demas tetap memiliki intergritas tinggi dan tegas terhadap ASN atau staf yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari,” jelas Barnabas.

Baca Juga: Kajian Ilmiah Soal Bahayanya Pengaruh Influencer

Demas Paulus Mandacan, Pemimpin yang Tanggap

Selama almarhum memimpin sebagai seorang Bupati ia adalah orang yang luas biasa. Ketegasannya menghadirkan perbedaan positif diantara pemimpin-pemimpin yang lain. “Ketegasannya itu sangat baik bagi seorang pemimpin. ASN yang salah tidak ada kompromi beliau langsung mengambil langkah atau tindakan tegas, sikap seorang Demas Paulus Mandacan patut dicontohi dan diteladani,” tuturnya.

Menurut Barnabas almarhum sangat cepat mengambil langkah dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat. “Saya saat mendengar kabar meninggalnya Bapak Bupati Demas saya langsung syok, sesaat ketika saya menerima  berita duka tersebut saya langsung pergi ke Rumah Sakit TNI-AL Manokwari. Hati penuh haru dan menangis saat melihat beliau terbujur kakuh dan tak bernyawa lagi, dan yang lebih menyedihkan ketika beliau meninggal tanpa ada istri dan anak-anak disampingnya. Ibarat seorang bujangan yang meninggal,” katanya.

“Saya berharap keluarga, istri dan anak-anak agar mengiklaskan kepergian alm. Beliau pintar, Tuhan berikan hikmat yang luar biasa menuju kesuksesan beliau hingga menjadi bupati, tetapi Tuhan berkehendak lain,“ demikian Barnabas menilai.