Ancaman Peningkatan Kasus Covid-19 Indonesia
Beritapapua.id - Ancaman Peningkatan Kasus Covid-19 Indonesia - Tribun

Ancaman Peningkatan Kasus Covid-19 Indonesia – Perkembangan kasus covid-19 Indonesia mulai memasuki fase kritis. Dalam dua pekan terakhir, penambahan kasus positif mencapai 3000 kasus per hari. Pada hari Minggu (6/9) terdapat penambahan 3444 kasus positif baru.

Penambahan ini sendiri bersamaan dengan penambahan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengakui kapasitas tempat tidur RS mengalami peningkatan dari semula kurang dari 40 persen, sekarang lebih dari 40 persen.

Doni mengatakan bahwa DKI Jakarta termasuk salah satu daerah yang mengalami peningkatan BOR yang cukup pesat. Padahal tingkat BOR Jakarta sempat menurun pada periode Mei-Juni.

Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina, mengatakan bahwa kasus covid-19 bisa menjadi tidak terkendali apabila pemerintah tidak melakukan perubahan pada upaya mitigasi wabah. Ia mengatakan bahwa kondisi ini adalah kondisi surge capacity, yakni kondisi dimana jumlah kasus melampaui kemampuan layanan kesehatan milik Pemerintah.

“Kalau pengendalian kita tetap seperti ini, sangat besar kemungkinan kita bisa¬†surge capacity. Karena apa? Enam bulan ini kita seperti tidak melakukan apa-apa.” Kata Masdalina (7/9), mengutip dari CNNIndonesia.

Baca Juga: ICW: KPK Harus Ambil Alih Kasus Djoko Tjandra

Kinerja Pemerintah Belum Maksimal

Masdalina juga menyoroti kinerja pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan covid-19 belum maksimal. Hal ini tercermin dari minimnya peran Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dalam berkolaborasi dengan Satgas Covid-19. Menurutnya, setiap Kadinkes harusnya menjadi Wakil Ketua Satuan Tugas setiap daerah.

Tidak lupa Masdalina juga mengingatkan penyedia layanan kesehatan untuk berani memilah dan memutuskan kasus yang hanya perlu isolasi mandiri dengan kasus yang memerlukan perawatan.

Kasus yang memerlukan perawatan, menurutnya, hanya kasus yang memiliki gejala sedang, berat dan kritis. Sedangkan untuk kasus dengan gejala ringan, hanya perlu upaya peningkatan daya tahan tubuh.

Dengan kebijakan seperti ini, Masdalina menilai kondisi surge capacity bisa terhindarkan.

Epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada Donny Achmad mengatakan bahwa pemerintah tidak seharusnya mengandalkan layanan kesehatan semata. Pemerintah harus mengutamakan upaya penekanan penyebaran virus.

Donny mengaku heran dengan sikap pemerintah yang tidak mau lagi mengetatkan pembatasan sosial dan ekonomi seperti pada masa awal pandemi.

Donny pun meminta pemerintah agar mempunyai rencana mitigasi yang efektif, untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang terjadi secara tiba-tiba.