Ancaman Resesi Ekonomi Di Tengah Pandemi
beritapapua.id - Ancaman Resesi Ekonomi Di Tengah Pandemi - Shutterstock J.J Gougin

Ancaman Resesi Ekonomi Di Tengah Pandemi – Presiden Joko Widodo dalam rapat bersama para gubernur di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7/2020) mengungkapkan terkait persoalan ancaman resesi ekonomi RI ditengah Pandemi Covid-19. Seperti yang diketahui Resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara tumbuh negatif dalam dua kuartal berturut-turut. Jokowi juga menambahkan apabila pemerintah menerapkan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown karena virus corona maka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya bisa negatif sejak kuartal II 2020. Bahkan bisa menyusut sampai minus 17 persen untuk ekonomi dalam negeri.

Jokowi menyatakan momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini ada di kuartal III 2020 ini sudah diproyeksikan negatif. Yang apabila gagal dimanfaatkan, dipastikan Indonesia akan masuk jurang resesi. Jokowi memperkirakan ekonomi nasional diangka minus 4,3 persen pada kuartal II 2020. Kondisi itu berbanding terbalik dengan kuartal I 2020 yang masih positif 2,97 persen. Dan bila ekonomi kembali tumbuh negatif pada kuartal III 2020, maka Indonesia akan memasuki resesi ekonomi.

Hal ini diungkapkan oleh Jokowi yang menyatakan sejumlah lembaga internasional memang memperkirakan ekonomi dunia bakal mengalami tekanan hebat akibat corona. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD) mengungkapkan laju perekonomian beberapa negara yang menerapkan kebijakan lockdown akan tumbuh negatif sampai dua digit. Seperti contohnya Perancis minus 17,2 persen, Inggris minus 15,4 persen, Jerman minus 11,2 persen, dan Amerika Serikat minus 9,7 persen. Sementara untuk ekonomi global, OECD memperkirakan akan menyentuh minus 6 persen sampai minus 7,6 persen pada tahun ini. Sedangkan menurut Bank Dunia, akan minus 5 persen.

Terkait hal tersebut Jokowi mengklaim ekonomi Indonesia kemungkinan tidak akan jatuh sampai dua digit. Ia  mengatakan proyeksi ekonomi itu tak lepas dari peran dari para pemerintah daerah (pemda) untuk ikut menerapkan kebijakan yang mampu menekan penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Linkin Park Somasi Donald Trump Perihal Lagu ‘In The End’

Singapura Telah Mengalami Resesi Ekonomi

Seperti diketahui saat ini Negara tetangga, Singapura tengah menghadapi resesi ekonomi. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengumumkan data awal pertumbuhan ekonomi akan turun 41,2 persen pada kuartal II 2020 dari kuartal I 2020 dan terkontraksi 12 persen secara tahunan. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan kuartal I 2020 yang minus 0,7 persen.

Sementara itu Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati juga sempat memberi proyeksi bahwa ekonomi Indonesia bisa berada di kisaran minus 0,4 persen sampai 1 persen pada kuartal III 2020. Sementara ekonomi kuartal II 2020 diperkirakan bisa menyentuh minus 3,8 persen. Dan perekonomian berada di kisaran minus 1,1 persen sampai 0,4 persen pada semester I 2020.

Adapun terkait Resesi ekonomi di Indonesia, juga sudah sempat diperkirakan oleh lembaga riset internasional, Morgan Stanley. Yang mana Morgan didalam laporan bertajuk Asia Economic Mid Year Outlook 2020, memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh minus 5 persen pada kuartal II 2020. Kemudian disusul minus 1,5 persen pada kuartal III 2020 dan berlanjut menjadi 0,5 persen pada kuartal IV 2020. Dimana bisa diartikan jika resesi ekonomi mengancam Indonesia.