Hukum Mengusap Wajah
Orang Sedang Berdo'a

Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdoa – Menjadi sebuah kebiasaan bagi umat muslim Indonesia untuk mengusap wajah setelah berdoa. Bahkan, kerap kali kita melakukannya tanpa menyadari begitu saja menjadi sebuah kebiasaan. Lantas, apakah ada aturan yang mengaturnya?

Terkait perilaku tersebut, mari kita simak beberapa hadis. Pertama, Dikeluarkan At Tirmidzi dalam Sunan-nya, dari jalan Hammad bin Isa Al Juhani. Hadis tersebut berbunyi,

حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ عِيسَى الْجُهَنِيُّ ، عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ الْجُمَحِيِّ ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

“Hammad bin Isa Al Juhani menuturkan kepadaku, dari Hanzhalah bin Abi Sufyan Al Jumahi, dari Salim bin Abdillah, dari ayahnya dari Umar bin Al Khathab radhiallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila mengangkat kedua tangannya saat berdo’a, beliau tidak menurunkannya hingga beliau mengusap wajahnya terlebih dahulu dengan kedua telapak tangannya.”

Adapula hadis kedua oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ فَادْعُ بِبَاطِنِ كَفَّيْكَ ، وَلَا تَدْعُ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: jika engkau berdoa kepada Allah maka berdoalah dengan telapak tanganmu dan bukan dengan punggung tanganmu. Dan jika engkau selesai, maka usaplah wajahmu dengan keduanya.”

Sedangkan hadis ketiga berbunyi, dari Sa’ib bin Yazid dari ayahnya menyebut,

النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” كَانَ إِذَا دَعَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ

“Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika berdoa beliau mengangkat kedua tangannya untuk mengusap wajahnya dengan keduanya.”

Lantas, bagaimana penjelasan hadis tersebut?

Hadis Tentang Mengusap Wajah Setelah Doa Lemah

Baca juga: Presiden Jokowi Perlu Meniru Langkah Presiden Sebelumnya

Mengutip dari muslim.or.id, sebagian besar menyebut hadis tersebut lemah. Hadis pertama, misalnya. Abu Daud As Sijistani menyebut hadis tersebut dha’if atau lemah. Begitu juga ulama lainnya seperti At Tirmidzi, Ibnu Hajar, dan Al Bazzar.

Hadis kedua dan ketiga pun demikian. Imam Al Bukhari menyebut bahwa hadis kedua merupakan hadis yang lemah dan buruk. Perihal hadis ketiga, ulama mempermasalahkan perawi Ibnu Lahi’ah karena tidak bersanad dari Al Abadilah Al Arba’ah.

Lantas, bagaimana cara menyikapi amalan tersebut?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebut perkara ini bukanlah hal bid’ah. Namun, beliau juga tidak menyebut hal ini makruh. Artinya, boleh saja mengusap wajah setelah berdoa. Namun, ia mengatakan bahwa lebih baik untuk tidak melakukannya.

Dalam Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, Asy Syamilah, Syaikh Ibu Taimiyah menyebut,

“Mengusap wajah dengan kedua tangan setelah do’a yang lebih tepat, amalan tersebut bukanlah suatu yang dianjurkan. Karena hadits yang menerangkan hal ini dho’if.”

Menurut beliau, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak mengamalkan perilaku tersebut. Oleh karenanya, hadis mengusap wajah ia golongkan sebagai hadis yang lemah.

Dengan demikian, hukum mengusap wajah adalah boleh. Namun, bukan bid’ah. Artinya, tidak perlu mempermasalahkan siapa yang melakukan dan siapa yang tidak.