Sah Wudhunya Orang dengan Minyak Rambut
Sah Wudhunya Orang dengan Minyak Rambut

Apakah Sah Wudhunya Orang dengan Minyak Rambut? – Menggunakan minyak rambut atau gel sudah menjadi tren. Tak hanya membuat rambut wangi, namun juga membuatnya rapi.

Tak terkecuali kita sebagai muslim. Kerap kali kita ingin memiliki tampilan rambut yang rapi dalam acara tertentu. Namun, apakah wudhunya orang yang mengenakan gel sah?

Sebagaimana yang kita ketahui, wudhu adalah upaya membersihkan najis. Baik salat sunnah maupun salat wajib, kita perlu melakukan wudhu. Mari kita simak firman Allah dalam surat Q.S Al-Maidah ayat 6,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Wudhu adalah bersuci dari hadas kecil. Dalam hadis tersebut, kita perlu membasuh bagian tubuh tertentu hingga bersih demi menghilangkan najis. Lantas, bagaimana jika ada minyak rambut pada kepala? Apakah sah?

Sah Wudhunya Orang Jika Minyak Rambut Mengeras, maka Bilaslah hingga Hilang

Baca juga: Mama Hanny Penggerak Literasi Bagi Anak-Anak Kampung di Papua

Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana hadis berikut,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنه أَنَّهُ وَصَفَ وُضُوْءَ النَّبِيّ ﷺ ( . . ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ ) .

“… kemudian beliau mengusap kepala beliau dengan kedua tangannya dan memaju-mundurkan (usapan) dengan keduanya. Beliau memulai dengan bagian depan kepalanya menuju ke tengkuk. Lalu mengembalikan kedua tangannya ke tempat semula.”(Muttafaq alaih)

Ini menjelaskan bahwa kita harus membasuh kepala atau rambut dalam wudhu. Terkait hal tersebut, Syaikh Utsaimin rahimahullah pernah menjelaskan perkara seseorang yang wudhu dengan minyak rambut.

Pertama, menurut beliau, wudhu mengharuskan untuk menghilangkan segala sesuatu yang yang menghalangi air pada anggota tubuh. Jika minyak atau gel rambut itu mengeras atau menghalangi air membasuh anggota tubuh, maka wajib untuk dibilas.

Hal ini karena minyak tersebut menghalangi air untuk membersihkan bagian tubuh tersebut. Kedua, jika minyak tidak mengeras namun masih ada pada bagian tertentu, maka usaplah dengan kuat.

Dengan demikian, kita harus berhati-hati dalam mengenakan minyak rambut. Sebaiknya, jangan kenakan benda itu jika ada keraguan.