Aparatur Kampung di Kabupaten Maybrat Mengikuti Kegiatan Belajar Sistem Keuangan Desa
beritapapua.id - Aparatur pemerintah kampung di Kabupaten Maybrat saat mengikuti pelatihan sistem keuangan desa. (Foto: Antara)

Sebanyak 518 aparatur utusan dari 259 kampung di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat belajar sistem keuangan desa atau Siskeudes. Kegiatan ini juga bertujuan agar para aparatur kampung dapat mengelola pelaporan anggaran pembangunan kampung dengan lebih mudah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Maybrat, Adam Antoh mengatakan selama pelatihan, para aparat kampung mendapatkan materi dari tim Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.

“Pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat bagi aparatur kampung untuk belajar tentang sistem keuangan desa. Sehingga mereka paham dalam melaksanakan tugas. Ilmu yang didapatkan selama pelatihan akan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perangkat desa dalam pengelolaan dana desa menggunakan aplikasi. Sehingga tidak menimbulkan penyalahgunaan anggaran,” jelas Adam Antoh di Sorong, Senin (8/8/2022).

Menurutnya, pengembangan SDM aparatur kampung perlu dilakukan sebab aparatur tersebut pendidikannya terbatas. Untuk itu, kegiatan tersebut sangat memberikan dampak lebih terhadap pengelolaan dana desa ke depannya.

“Pelatihan adalah salah satu upaya agar supaya pengelolaan dana desa tidak salah. Apalagi sekarang menggunakan aplikasi yang mempermudah baik pelaporan serta pengawasan pengelolaannya,” ujarnya.

Harapannya dengan peningkatan kualitas tersebut semua perangkat kampung dapat memahami aplikasi tersebut secara baik. Dengan begitu hal tersebut membantu penyelenggaraan pemerintahan kampung secara baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Mempercepat Penyerapan Dana dan Pengelolaan Dana Anggaran

Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk mempercepat penyerapan dana dan pengelolaan anggaran tepat sasaran untuk melaksanakan program kerja guna mencapai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pameran Kendaraan Listrik Moeldoko Tembus Rp257 Miliar

Menurutnya, pelayanan pemerintah daerah sekarang dituntut untuk sistem digital. Karena itu aparatur kampung harus menguasai komputer dalam penggunaan anggaran dana kampung menggunakan aplikasi.

Perolehan dana desa di seluruh Indonesia, katanya, sangat variasi tergantung jumlah penduduk.

Dana kampung terbesar di Provinsi Papua Barat terdapat di Kabupaten Maybrat senilai Rp184 miliar karena memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memacu kinerja aparatur kampung untuk mengoptimalkan dana desa bagi kebutuhan masyarakat sesuai dengan prosedur dan juknis yang berlaku.