Arteria Dahlan Tuntut Najwa Shihab untuk Minta Maaf ke DPR
beritapapua.id - Arteria Dahlan Tuntut Najwa Shihab untuk Minta Maaf ke DPR - TribunNews

Arteria Dahlan Tuntut Najwa Shihab untuk Minta Maaf ke DPR – “Saran saya secara pribadi, selaku anggota Komisi III, selaku anggota Badan Legislasi, dan selaku Deputi Penerangan Umum Satgas Lawan Covid-19 meminta Najwa minta maaf,” kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan dalam keterangan tertulis, Senin (04/05), 2020.Arteria Dahlan Tuntut Najwa Shihab untuk Minta Maaf ke DPR

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mendesak Najwa Shihab untuk menyampaikan permintaan maaf secara institusional kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas kritik yang dilontarkan oleh mantan pembawa acara berita di stasiun televisi Metro TV itu. Menurut Arteria Dahlan, ungkapan yang dilontarkan Najwa berisikan fitnah dan bersifat provokatif.

Kritik yang dimaksud Dahlan dimuat dalam video yang diunggah di Channel Najwa Shihab bertajuk “Kepada Tuan dan Puan Anggota DPR yang Terhormat”. Salah satu kalimat dalam video tersebut secara langsung mempertanyakan kinerja DPR yang terkesan seperti dikejar setoran. Hal tersebut diungkapkan oleh Najwa dalam video berdurasi 5 menit itu.

“Membahas UU yang menyangkut hajat hidup orang banyak di masa seperti sekarang ini terlalu mengundang curiga. Di tengah pandemi, yang jatuh cinta saja berani menunda nikah. Ini kok DPR buru-buru banget seperti lagi kejar setoran?” ucap Najwa dalam videonya.

Arteria menilai video tersebut ia nilai tidak pas diunggah di masa pandemi seperti ini. Menurutnya, terdapat konsekuensi hukum dalam konten yang ia nilai berbau provokatif itu. Geram dengan kritik Najwa, Arteria tak segan melontarkan ancaman.

“Saya yakin banyak yang disampaikan Najwa juga belum tentu benarnya. Tapi kan mereka malas menanggapinya dan mempermasalahkannya. Saya ingatkan bahwa kesabaran orang ada batasnya, jangan sampai merasa diri berparas cinderella berhati malaikat seperti enggak punya aib dan dosa,” tegasnya.

Pernyataan Arteria Dahlan terus melancarkan desakannya kepada pembawa acara Mata Najwa itu.

“Sadarlah sebelum terlambat. Perbaiki diri. Apa perlu kita umbar ke publik aib dan dosa serta moralmu? Apa perlu jalur hukum yang akan menjadi penentu hidupmu?” imbuhnya.

Baca Juga: Ajak Warga Tak Mudik, Moeldoko Sentuh Masyarakat dengan Lagu

Arsul Sani Sejalan dengan Arteria Dahlan

Anggota DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani, memiliki pendapat yang sama dengan Arteria dalam kasus kritik Najwa terhadap DPR. Menurutnya, kritik yang dilontarkan orang sekelas figur publik seperti Najwa harus mengedepankan klarifikasi dari anggota DPR dan tidak didasari atas prasangka semata.

“Untuk individu dengan kapasitas intelektual seperti Najwa tidak boleh dengan prasangka duluan, tanpa keinginan dulu untuk klarifikasi,” tegas Arsul Sani.

Lebih lanjut, ia menilai Najwa merupakan sosok sarjana hukum yang tidak tahu kewajiban DPR. Menurutnya, Rancangan Undang-undang (RUU) yang dibahas Najwa adalah inisiatif pemerintah. Dengan demikian, menurut Arsul Sani, tugas DPR adalah merespons RUU tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan.

“Ini menandakan Najwa yang sarjana hukum tapi tidak mengerti kewajiban DPR baik menurut konstitusi maupun UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ucapnya.

Menggunakan pernyataan tersebut, Arsul mempertanyakan ketajaman Najwa dalam menilai situasi. Menurutnya, bukan DPR yang harusnya dipertanyakan.

“Kenapa yang dikritisi DPR-nya? Kalau mau pembahasan RUU-nya dihentikan maka ya pengusul atau pihak yang berinisiatif yang harus meminta berhenti atau menarik RUU usulannya,” tuturnya.

Tanggapan Najwa Soal Desakan DPR Padanya

“Tuan dan puan anggota DPR yang terhormat, saya perhatikan parlemen-parlemen negara lain fokus melawan Corona. Tapi rasa-rasanya isu-isu yang keluar dari Senayan belakangan kok kebanyakan tidak terkait Corona ya?,” ucap Najwa dengan nada satire.

Konten berisikan kritik kinerja DPR yang dilontarkan Najwa begitu ramai di media sosial. Pihak yang disasar, DPR, berang mendengar pertanyaan dari video tersebut. Sebutlah Arteria Dahlan, Arsul Sani, Andre Rosiade, dan teman-temannya merespons balik pertanyaan Najwa. Salah satu respons DPR adalah meminta figur publik itu melayangkan permintaan maaf.

Meski ramai dibicarakan oleh penghuni ‘Senayan’, Najwa tampak santai. Ia bahkan masih melakukan diskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Hingga saat ini, belum ada keterangan jelas dari Najwa Shihab mengenai desakan yang menderanya. Lantas, publik mulai berspekulasi ihwal respons pemilik Narasi TV itu terhadap ancaman DPR padanya.