Asal-usul Abon Gulung, Oleh-oleh Khas Manokwari
beritapapua.id - Asal-usul Abon Gulung, Oleh-oleh Khas Manokwari - Cookpad GL Foodies

Asal-usul Abon Gulung, Oleh-oleh Khas Manokwari – Kala seusai bertandang ke Manokwari, Provinsi Papua Barat, buah tangan tentu masuk dalam daftar belanjaan Anda. Lantas, Anda mulai berpikir ihwal hidangan khas Papua Barat yang dapat menjadi oleh-oleh pulang. Imajinasi Anda mulai berkelana, mulai dari papeda, pinang, hingga kepiting khas Babo, Bintuni.

Saat Anda tiba pada Bandara Rendani, Manokwari, mata Anda tertuju pada sebuah kedai. Yang bernama ‘Abon Gulung Hawai: Khas Manokwari’. Anda bingung, pasalnya ada tidak menemukan itu saat Anda berkelana sepanjang Papua Barat. Bagaimana hidangan itu menjadi makanan khas?

Meski demikian, abon gulung oleh masyarakat luar Papua menjadi sebuah buah tangan khas Manokwari, Papua Barat. Pasalnya, untuk menyantap hidangan ini, Anda harus pergi ke Manokwari dulu. Ini karena pabriknya hanya terdapat pada Ibukota Papua Barat tersebut.

Makanan ini sederhana. Sebuah roti gulung yang berisikan abon. Meski namanya abon, dalam penjualannya, ia memiliki berbagai rasa. Misalnya rasa pedas, rasa asin, rasa coklat, isi sosis ataupun isi susu.

Papua terkenal dengan makanannya yang kaya protein nan sehat. Tak terkecuali abon gulung ini. Mengutip dari indonesiakaya.com, makanan ini mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor dan berbagai jenis vitamin. Sebagian orang percaya dengan memakannya mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Tak ayal makanan ringan ini mahal. Satu kotak berisi 10 buah terjual dengan harga sekitar 200 ribu rupiah.

Baca Juga: Mengenal Motif Batik Khas Tanah Papua

Sejarah Abon Gulung yang Terkenal

Anda mungkin bertanya-tanya, siapa pencetus panganan populer ini? Jawabannya berasal dari tangan seorang pensiunan petinggi pabrik obat, Jimmy Irianto (59).

Tahun 2005 lalu, Jimmy merintis abon gulung beserta roti lainnya yang berlokasi pada Jl. Sudirman, Manokwari. Kala itu, ia menemukan makanan tersebutlah yang paling laku di antara dagangnya yang lain. Oleh karenanya, ia memutuskan untuk berjualan khusus abon gulung.

“Akhirnya saya putuskan untuk jualan abon gulung secara khusus karena belum ada juga di daerah lain di Indonesia. Tahun 2009 produk ini meledak dan terkenal sebagai oleh-oleh Papua,” kata Jimmy dikutip dari detik.

Jimmy juga membeberkan alasan mengapa ia hanya menjualnya pada bandara-bandara besar seperti Manokwari, Jayapura, Merauke, Timika, Nabire dan Biak. Selain karena berjualan oleh-oleh khas menjadi strategi bisnis yang menjanjikan, ia berharap agar dagangannya bisa ikut terbang.

“Supaya bisa dibawa sebagai oleh-oleh ke mana pun mereka terbang,” papar Jimmy.

Pensiunan pejabat pabrik obat itu mengatakan bahwa ia tidak pernah berpikir bahwa barang dagangannya akan sangat terkenal. Pamornya berasal dari mulut pelanggan yang puas akan produk Jimmy. Lantaran lezat namun sulit untuk menjumpainya, produk ini menjadi barang buruan wisatawan.

“Akhirnya kami ubah jargonnya jadi ‘Abon Gulung oleh-oleh Papua khas Manokwari’ karena awalnya memang di sini,” jelas Jimmy.

Bagaimana? Sudah pernah coba oleh-oleh khas Manokwari ini?