Bagaimana Caranya Jadi Manusia Indonesia?
beritapapua.id - Bagaimana Caranya Jadi Manusia Indonesia? - Buletin Indo

Bagaimana Caranya Jadi Manusia Indonesia? Mungkin pertanyaan tersebut akan terdengar lucu di telinga masyarakat Indonesia. Namun, hal itu menjadi sebuah pertanyaan serius yang keluar dari mulut orang barat. Mereka kerap menyoroti sejumlah kebiasaan masyarakat Nusantara itu yang dinilai tidak ada di negara mereka. Sebutlah beberapa di antaranya seperti tidur menggunakan guling, berdagang di trotoar jalanan, hingga mengonsumsi rempah sebagai obat.

Sacha Stevenson, seorang perempuan asal Kanada yang tinggal di Indonesia kerap menunjukkan rasa tertariknya dengan sifat orang Indonesia. Sejak tahun 2001 ia tinggal di Indonesia dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Ia memberikan pandangannya pribadi terhadap perilaku orang Indonesia dalam video yang diunggah di channel YouTubenya.

Sejak tahun 2013 Sacha menggambarkan perilaku orang Indonesia melalui kanal dengan nama dirinya di YouTube. Bahkan, Dalam salah satu videonya yang berjudul “Enaknya Jadi Orang Indonesia Menurut Bule”, ia menuturkan bagaimana Indonesia membuka matanya. Banyak sosok yang menginspirasi dirinya yang justru berasal dari orang Indonesia.

“Sebenarnya 90 persen orang yang menginspirasi saya adalah orang Indonesia,” ujar perempuan asal Kanada itu.

Ia menyebutkan sejumlah nama seperti Bob Sadino dan Susi Pudjiastuti sebagai sosok yang ia kagumi. Namun, video itu didominasi oleh pesan satire yang dibungkus dengan humor jenaka. Ia memaparkan sejumlah kelucuan Indonesia yang membuka pikirannya.

Mulai dari ladang ganja yang dijaga oleh orang bersenjatakan AK-47 hingga orang berburu tupai untuk makan, Sacha memaparkan bagaimana orang Indonesia bertahan hidup. Menurutnya, itu yang menjadikan orang Indonesia sebagai seorang pejuang. Namun, ia juga menyoroti beberapa perilaku orang Indonesia yang cukup membuka matanya.

Beberapa hal di antaranya seperti kebiasaan buang sampah sembarangan, menonton sinetron, kerap pergi ke dukun untuk pengobatan alternatif, hingga betapa absurdnya politisi Indonesia yang membiarkan biaya kesehatan yang tinggi.

Baca Juga: Ratusan Nelayan, Kasus Perbudakan Benjina

‘Manusia Indonesia’ – Indonesia di Mata Para Kritikus

Apa yang disampaikan Sacha juga pernah disampaikan oleh orang Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, yang melontarkan kritik tersebut adalah seorang Mochtar Lubis, seorang budayawan, pengarang, sekaligus wartawan senior yang namanya pernah melegenda di Indonesia.

Bagaimana Caranya Jadi Manusia Indonesia?
beritapapua.id – Mochtar Lubis – Wikipedia

Penilaiannya terhadap orang Indonesia yang ia tuangkan dalam buku berjudul ‘Manusia Indonesia’ pernah populer pada zamannya. Apa yang ia utarakan di sana bukanlah sembarangan opini tanpa dasar. Ia mengungkapkan seluruh pengetahuannya mengenai orang Indonesia melalui pengamatan seumur hidupnya kala melakoni pekerjaan sebagai seorang wartawan.

Dari sekian banyaknya kritik Mochtar Lubis, setidaknya ada dua karakter orang Indonesia yang hendak dibahas, yakni berjiwa feodal dan berkarakter lemah. Kedua karakter itu juga disampaikan oleh Sacha dalam video-video parodi satirenya.

Mochtar Lubis mengatakan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang berjiwa feodal. Feodal di sini mengacu pada makna feodalisme yang umumnya sebuah konsep yang menjelaskan ketimpangan sosial antara yang berkuasa dan yang tidak. Jiwa feodal mengakar pada mereka yang gila jabatan dan menggunakan segala cara untuk meraih keuntungan dan jabatan.

Jiwa feodal berkaitan dengan karakter lemah yang Mochtar Lubis sebutkan sebagai salah satu karakter orang Indonesia. Menurutnya, sifat-sifat yang disebabkan oleh zaman penjajahan dulu masih tersisa hingga kini. Menurut Mochtar Lubis, mereka cenderung plin-plan dan tidak mampu mempertahankan prinsip serta keyakinan mereka.

Dalam bukunya, Mochtar Lubis menyampaikan bahwa menjadi orang Indonesia itu; hipokrit alias munafik, segan dan enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya pada takhayul, artistik, dan berwatak/karakter lemah.

Tentu karyanya mengundang kontroversi dari sejumlah pihak. Namun, ia tidak lain adalah seorang warga Indonesia yang menunjukkan kecintaan terhadap tanah kelahirannya dengan cara yang berbeda.

Melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini, bagaimana menurut Anda?