Kabar Proyek Jalan Trans Papua
Kabar Proyek Jalan Trans Papua

Sebagian jalan dari proyek Trans Papua ini memang sudah rampung awal tahun 2021. Bulan Maret tahun 2020 lalu, proyek jalan Trans Papua hampir rampung.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut kala itu proyek sudah sampai 96 persen. Artinya, sedikit lagi Jayapura dan Wamena sudah tersambung.

Namun menurut informasi terakhir, proyek yang masuk dalam program Nawa Cita Presiden Jokowi ini terhambat. Jalan sepanjang 575 kilometer (km) itu menghadapi sejumlah kendala. Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, salah satu kendala terbesar adalah keamanan.

“Karena kondisi keamanan dengan segala risikonya, semua sudah tersambung tinggal pasang jembatan tinggal 30-an. Sampai sekarang belum bisa karena kondisi keamanan,” ujarnya mengutip dari okezone, Senin (22/02/2021).

Sebagai informasi tambahan, total keseluruhan jalan Trans Papua mencapai 2.902 km. Jalan ini meliputi Jalan Merauke-Tanah Merah-Waropko (543 km), Waropko-Oksibil (136 km), Dekai-Oksibil (225 km), dan Kenyam-Dekai (180 km).

Selain itu Trans Papua juga mencakup, Wamena-Habema-Kenyam-Mamug (295 km), Jayapura-Elelim-Wamena (585 km), dan Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali (466 km). Kemudian, Wagete-Timika (196 km), dan Enarotali-Wagete-Nabire (285 km).

Februari 2021, Jalan Trans Papua Poros Ditutup

Baca juga: Kiat Menjadi Orang Sabar, Lakukan 3 Cara Ini!

Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura menutup sementara jalan Trans Papua Poros. Mereka menutup jalan yang menyambung Jayapura dan Wamena itu lantaran roboh. Kepala BPJN Jayapura, Edu M.P Sasarari, membenarkan hal tersebut.

“Bahkan jembatan yang melintasi kali atau sungai kecil Edan saat ini masih dalam pengerjaan akibat roboh beberapa waktu lalu dan belum selesai dikerjakan,” kata Kepala BPJN Jayapura Edu M.P Sasarari mengutip dari tempo, Rabu (24/02//2021).

Dari seluruh proyek Trans Papua, BPJN menutup jalan Jayapura-Wamena lantaran rusak. Rencananya, penutupan jalan ini akan berjalan hingga 3 bulan ke depan tergantung berapa lama proses perbaikan.

Menurut informasi, kerusakan terjadi mulai dari KM 393 hingga Kali Edan. Menurut Kepala BPJN Jayapura, wilayah tersebut memang labil dan butuh perhatian khusus. BPJN Jayapura akan bekerja sama dengan BPJN Wamena untuk perbaikan jalan ini.

Edu berharap perbaikan dapat berlangsung cepat.