Bahasa Indonesia Telah Digunakan oleh Lebih dari 300 Juta Penutur
beritapapua.id - Ilustrasi Bahasa Undonesia. (Foto: Istimewa)

Bahasa Indonesia diketahui telah digunakan oleh lebih dari 300 juta penutur di dunia, Jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan [bahasa Indonesia] saja telah melebihi 250 juta jiwa dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 272 juta.

Dalam website resmi Universitas Gadjah Mada, [Bahasa Indonesia] ini menjadi variasi dialektal di kawasan serantau, seperti misalnya di Malaysia yang berpenduduk 33 juta, Thailand Selatan, Brunei, Singapura, Filipina Selatan, Suriname, dan berbagai diaspora Indonesia di dunia seperti di Amerika, Kanada, Jepang, Korea, Timur Tengah, dan sebagainya.

Melansir Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, bahwa Wikipedia [Berbahasa Indonesia] kini berada di peringkat 25 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia, [Bahasa Indonesia] berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin.

Tidak hanya itu, [Bahasa Indonesia] bahkan telah [ditetapkan] sebagai salah satu bahasa yang [diprioritaskan] di Vietnam, selain dari bahasa resminya dan menjadi bahasa terpopuler ke-4 di Australia.

Menurut Kemenlu RI (Diplomasi, No.106 tahun X), ada setidaknya 52 negara asing membuka Program Studi [Bahasa Indonesia]. Beberapa negara asing tersebut di antaranya adalah Inggris, Amerika Serikat, Australia, Maroko, Vietnam, Kanada, Jepang, Ukraina, Korea Selatan, Hawaii dan Suriname.

Upaya Menjadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua ASEAN

Mengutip dari tempo.co, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Farid, mengatakan hampir 77 tahun setelah bahasa Indonesia [ditetapkan] sebagai bahasa nasional dalam konstitusi. Menurutnya, para pendiri bangsa berhasil memperjuangkan [bahasa Indonesia] sebagai bahasa persatuan.

Baca Juga: Mendagri dan Gubernur Papua Sepakati Pemekaran Tujuh Provinsi Sesuai Dengan Wilayah Adat

Namun, hingga saat ini keinginan untuk menjadikan [bahasa Indonesia] sebagai bahasa diplomasi kedua di tingkat ASEAN masih belum berhasil. Meski demikian, ia berharap setidaknya bahasa Indonesia dapat menggaung lagi dalam publikasi bidang sains dan teknologi serta sosial humaniora dalam tesis, [disertasi] dan jurnal.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono, mengatakan bahwa ada 428 lembaga penyelenggara pembelajaran [bahasa Indonesia] untuk penutur asing yang di tersebar di 47 negara. Jumlah pelajar bahasa Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga sudah selayaknya apabila bahasa Indonesia [digaungkan dan dikuatkan] fungsi dan perannya sebagai bahasa nasional dan internasional.