Industri Migas
Beritapapua.id - Bahaya Fisik Yang Mengintai Pekerja Industri Migas

Bekerja di Industri Migas (minyak bumi dan gas) membutuhkan kepelatihan dan persiapan fisik dan mental dengan baik. Bekerja dengan menggunakan alat berat dan berhubungan langsung dengan zat atau kandungan bumi memiliki risiko yang tinggi, tidak hanya dari ancaman zat dengan kandungan beracun tetapi juga ancaman fisik. Namun physical hazards sering dikatakan kurang penting dibandingkan dengan chemical hazard namun sebenarnya tidaklah demikian.

Karena physical hazard dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, kecelakaan, bahkan kematian. Sumber bahaya fisik sangatlah luas dan tidak dapat diremehkan, namun beberapa yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja yaitu kebisingan, getaran, pencahayaan, radiasi, iklim atau cuaca ekstrim.

Kebisingan, efek dari penggunaan mesin-mesin dan peralatan yang berkekuatan tinggi yang digunakan di Industri Migas dapat menyebabkan timbulnya kebisingan di tempat kerja. Sumber kebisingan di industri ini berasal dari mesin dan peralatan yang digunakan untuk produksi minyak dan gas termasuk transformer (trafo), mesin, motor, generator, pompa, rig pengeboran, dan pipa-pipa, termasuk juga alat-alat transportasi yang digunakan. Ketulian akibat bising atau yang lazim disebut trauma bising atau Noise Induced Hearing Loss (NILH), terjadi secara perlahan-lahan dan tidak dirasakan oleh pekerja.

Baca juga: Burung Cenderawasih, Burung Surga Tanah Papua

Getaran atau Vibrasi

Getaran atau Vibrasi adalah faktor fisik yang ditimbulkan oleh subjek dengan Gerakan isolasi misalnya mesin, peralatan atau perkakas kerja yang bergetar dan memajani pekerja melalui transmisi. Getaran pada tangan secara reguler dan sering dapat menimbulkan 2 efek kesehatan permanen, yaitu Hand Arm Vibration dan Carpal Tunnel Syndrome. Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS) atau white finger phenomenon adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cidera yang terjadi pada tangan dan lengan yang disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap alat getar.

Pencahayaan

Pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Pencahayaan merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman dan berkaitan erat dengan produktivitas manusia. Pengaruh pencahayaan yang kurang memenuhi syarat akan mengakibatkan kelelahan mata sehingga berkurangnya daya dan efisiensi kerja, kelelahan mental, keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata dan kerusakan indra mata.

Radiasi

Radiasi adalah gelombang atau partikel berenergi tinggi yang berasal dari sumber alami atau sumber yang sengaja dibuat oleh manusia. Radiasi menyebabkan terionisasinya molekul sel di dalam jaringan tubuh. Ionisasi adalah terlepasnya elektron dari atom, yang menyebabkan suatu atom menjadi atom bermuatan atau ion bebas. Ion yang terbentuk menjadi lebih reaktif dan dengan mudah bereaksi atau mengoksidasi atom lain dalam suatu sel jaringan yang menyebabkan sel menjadi rusak.