Bahlil: Tidak Ada Keberhasilan Tanpa Perjuangan
beritapapua.id - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: 20detik/Mohammad Wildan)

From zero to hero layak disematkan kepada pengusaha sekaligus Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

Pria asal Fakfak, Papua Barat ini lahir di Banda, Maluku dari keluarga miskin yang penuh keterbatasan, ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya mencari uang dengan menjadi tukang cuci gosok di rumah tetangga.

Sebagai pengusaha, bakat dagang Bahlil sudah terlihat sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku SD, dia sudah membantu ibunya berjualan kue. Bahlil memang semasa kecil sudah bekerja mengais rezeki untuk membantu ekonomi keluarga. Apalagi dia menjadi anak tertua dari delapan bersaudara.

Memasuki masa remaja, Bahlil bekerja serabutan mulai dari berjualan ikan di pasar hingga menjadi kondektur dan sopir angkot. Dia lalu nekat ke Jayapura, Papua untuk terus mencari uang demi membiayai kuliahnya. Ketika itu kehidupannya sangat keras. Apa pun dikerjakannya, termasuk berjualan koran asal bisa mendapat uang.

Menjadi Pengusaha, Bahlil Berhasil Keluar Dari Kemiskinan

Dihimpit kemiskinan, Bahlil menyebut menjadi pengusaha bisa menjadi jalan keluar. Dia sempat bekerja selama satu tahun di perusahaan konsultan IT di Papua lalu memutuskan untuk berkembang meski sudah dapat gaji besar dan segudang fasilitas.

Kemudian, dia mendirikan perusahaan perdagangan kayu. Modalnya berasal dari gaji dan uang pesangon. Perusahaan pertama gagal dan dia pun bangkrut. Memasuki tahun 2000, usahanya mulai bangkit setelah beberapa kali mencoba. Pada 2003, dia mendaftar sebagai anggota Hipmi. Bisnis Bahlil kemudian terus melambung melalui bendera PT Rifa Capital.

Baca Juga: Moeldoko: Sudah Menjadi Tugas Kita Untuk Selalu Mendengarkan Kritik

Induk perusahaan ini memiliki 10 anak usaha yang tersebar di berbagai sektor mulai dari tambang hingga konstruksi. Di Papua, perusahaannya terlibat dalam pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 300 km dan proyek pelabuhan penumpang dan peti kemas di Fakfak.

Selain itu, Rifa lewat anak usahanya juga memiliki tambang batu bara di Fakfak dan nikel di Halmahera. Nama Bahlil melambung saat menjadi Ketua Umum Hipmi pada 2015. Saat Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Hipmi yang dihadiri Presiden Jokowi, Bahlil sempat menyinggung soal menteri. Jokowi akhirnya menunjuk Bahlil sebagai Kepala BKPM.

Bahlil Mempunya Tugas Yang Berat, Salah Satunya Selesaikan Proyek Mangkrak

Bahlil dibebani target investasi yang cukup tinggi oleh Presiden. Salah satu ceritanya yang terkenal yaitu menyelesaikan proyek-proyek mangkrak. Sejak menjabat Oktober 2019, Bahlil mengklaim menuntaskan investasi mangkrak senilai Rp517,6 triliun. Berdasarkan hitung-hitungannya, jumlah itu setara 73 persen dari total investasi yang mangkrak yang mencapai Rp708 triliun. Dia pun merefleksikan perjalanan kariernya dari Banda hingga Jakarta menjadi pejabat.

“44 tahun lalu, seorang bayi laki-laki lahir di Desa Gunung Api Utara, di Kampung Batu Angus. Bayi tersebut menyelesaikan sekolah dasar di Banda, lanjut ikut orang tua di Papua. Bertransformasi dari hidup susah, pernah menjadi kondektur dan sopir angkot, lalu bisa menjadi Ketua Umum HIPMI, yang baru kali itu berasal dari Timur. Kini, 44 tahun kemudian, dipercaya oleh Bapak Presiden untuk mengemban amanah menjadi Kepala BKPM. Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan,” tuturnya ketika itu.