Balasan Setimpal Kepada Pelaku Pemerkosaan 13 Orang Santri
beritapapua.id - Pelaku pemerkosaan 13 santri, Herry Wirawan saat digiring ke mobil tahanan. (Foto: Antara)

Herry Wirawan dugaan pemerkosaan yang di lakukan terhadap 13 orang santrinya hampir mencapai babak akhir. Atas perbuatannya, Herry dikenakan Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) Jo. Pasal 76D UURI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 41 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke Dua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam sidang tuntutan, terdakwa kasus pemerkosaan Herry dituntut hukuman mati oleh jaksa. Ia dinilai terbukti melakukan tindakan pidana dan melanggar aturan tentang perlindungan anak.

Kemudian, perbuatan Herry dinilai dapat menimbulkan dampak luar biasa di masyarakat dan mengakibatkan korban terdampak psikologisnya.

“Terdakwa menggunakan simbol agama dalam pendidikan untuk memanipulasi dan alat justifikasi,” ucap dia.

Baca Juga: Lonjakan Covid-19 Varian Omicron di Jakarta Masih Terkendali

Selain menuntut pidana mati, sambung Asep, jaksa juga meminta hakim untuk mengenakan hukuman tambahan berupa kebiri kimia, membayar denda senilai Rp 500 juta subsider 1 tahun kurungan, hingga membekukan yayasan dan pondok pesantren yang dikelola oleh Herry.

“Dan hukuman tambahan kebiri,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, terdapat sembilan bayi yang dilahirkan akibat perbuatan Herry. Bahkan, tercatat ada seorang santri yang melahirkan sebanyak dua kali. Pada persidangan sebelumnya, Herry mengaku perbuatannya itu dilakukan karena khilaf. Dia pun meminta maaf pada keluarga korban.