Bandara Aminggaru Ilaga Kembali Beroperasi Secara Normal
Warga menunggu pesawat dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu, 2 Oktober 2019. (foto : antara)

Operasional Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Rabu, Papua, kembali normal setelah sehari sebelumnya hanya beroperasi terbatas.

Hal tersebut Kepala Unit Penggelola Bandar Udara (UPBU) Ilaga Herman Sujito sampaikan pada hari ini, Rabu, 28 April 2021. Sebelumnya, kemarin memang bandara tersebut hanya beroperasi terbatas.

Herman menyebutkan operasional bandara kembali normal, meski hingga pukul 07.30 WIT belum ada pesawat yang mendarat. Sebanyak tiga perusahaan penerbangan yang sudah menyatakan akan beroperasi pada hari ini yaitu Sam Air, Smart Air, dan Rimbun Air.

Pembatasan operasional yang dilakukan pada Selasa, 27 April 2021 lantaran permintaan pihak keamanan sehubungan dilaksanakannya operasi penegakan hukum di wilayah tersebut.

“Memang ada permintaan dari pihak keamanan sehingga terjadi penundaan penerbangan sipil tujuan Ilaga,” kata Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Ilaga Herman Sujito.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Ilaga Herman Sujito menyebutkan bahwa bandara kembali normal beroperasional. Namun, hingga pukul 7.30 WIT belum ada pesawat yang mendarat di bandara Aminggaru, Ilaga.

Baca Juga : Rekaman CCTV Munarman Beredar di Sosmed, Apa Implikasi Hukumnya?

Terdapat tiga perusahaan penerbangan yang menyatakan akan beroperasi. Ketiga maskapai tersebut adalah Sam Air, Smart Air, dan Rimbun Air.

Setiap harinya operasional di bandara Aminggaru, setidaknya melayani 50 kali landing dan take off.

Selain anggota KKB, seorang anggota Brimob Kelapa Dua yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi, Bharada Komang gugur serta dua personel lainnya menderita luka tembak.

Aktivitas penerbangan di bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, memang berhenti sejak Selasa pagi.

Penundaan Operasi Penerbangan Karena Ada Kegiatan Penegakan Hukum

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aminggaru Ilaga Herman Sujito dalam surat tertulis menyebutkan, bahwa penundaan operasi penerbangan dari dan ke Bandara Ilaga lantaran ada kegiatan operasi penegakan hukum.

Hal tersebut menindaklanjuti surat dari Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika Letkol Penerbang Surono yang diterima pihak UPBU Ilaga.

Akses transportasi memang sangat perlu di wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak. Karena mengingat pada umumnya masyarakat pada wilayah itu tinggal di daerah dataran tinggi.

Hal itu membuat transportasi udara sangat penting untuk mendukung suplai barang kebutuhan pokok masyarakat yang ada pada wilayah itu.