Banggar DPR: Anies Hanguskan Uang 300T di Bursa
Beritapapua.id - Banggar DPR: Anies Hanguskan Uang 300T di Bursa - Harapanrakyat

Banggar DPR: Anies Hanguskan Uang 300T di Bursa – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyesalkan langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang membuat pernyataan bombastis tanpa koordinasi dengan pihak legislatif dan perangkat pemerintah lainnya. Said mengatakan atas pernyataan Anies tersebut, kapitalisasi pasar saham tergerus hingga Rp 300 triliun.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengumumkan akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) pada Senin (14/9). Penerapan PSBB kali ini akan sama dengan PSBB pertama saat pandemi covid-19 pertama kali melanda Indonesia.

“Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan yang begitu bombastis, dramatis oleh Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan sehingga menimbulkan hal yang tidak perlu dan membakar ludes Rp 300 triliun saham-saham kita berguguran,” kata Said saat membuka rapat kerja Banggar dengan pemerintah, Jakarta, Jumat (11/9).

Said mengkhawatirnya pernyataan Anies menyebabkan kerja keras Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan menjadi sia-sia. KSSK sendiri merupakan komite yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berdasarkan data rangkuman perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September, nilai kapitalisasi pasar modal adalah sebesar Rp 5.682 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp 297 triliun dari nilai Rp 5.979 triliun pada hari sebelumnya.

Baca Juga: Penikaman Syekh Ali Jaber Saat Wisuda Penghafal Alquran

Rupiah Turut Melemah

Melansir dari data perdagangan reuters, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada posisi Rp 14.962. Hal ini menandakan bahwa rupiah kian melemah dari beberapa hari sebelumnya.

Mengutip dari detik, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, menilai pernyataan Anies yang akan menerapkan kembali PSBB menjadi salah satu sentiment yang membuat rupiah turut melemah.

“BLT sudah jalan, bansos sudah jalan, kemudian bantuan Rp 600 ribu untuk pegawai, bantuan UMKM juga sudah dilakukan. Kemudian indeks konsumsi juga sudah lebih baik. Tetapi kenapa Pak Anies menginformasikan PSBB total. Kalau seperti itu perekonomian nasional yang sedang diusahakan oleh pemerintah pusat, akan stagnan. Karena DKI Jakarta menyumbang 18% ekonomi secara nasional. Akhirnya pasar berbondong-bondong kabur,” ujar Ibrahim.

Sejalan dengan Ibrahim, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga berpandangan sama. Hans menilai pengumuman rencana PSBB Jakarta memberikan pengaruh yang besar terhadap investor.

“Kemarin sebenarnya dolar AS melemah tapi rupiah melemah lebih banyak. Jadi penerapaan PSBB ini menimbulkan kekhawatiran dan menyebabkan asing melepas rupiah di pasar,” tutur Hans.