Banjir dan Tanah Longsor Melanda 5 Kampung di Kepulauan Yapen
beritapapua.id - Hujan ekstrem sebabkan banjir dan tanah longsor di Serui Kepulauan Yapen. (foto: Antara)

Lima kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor pada, Selasa (14/9/2021) kemarin. Hal ini akibat dari intensitas curah hujan yang begitu tinggi di wilayah tersebut.

Akibatnya ratusan rumah warga terkena dampak dan terendam saat terjadinya banjir bandang tersebut. Dan warga yang rumahnya terendam banjir akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke tempat aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mencatat lima kampung di Distrik Yapen Selatan, Kambupaten Kepulauan Yapen mengalami bencana banjir dan longsor.

Untuk itu Pemda Yapen telah mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi warga yang terdampak dan menyiapkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan. Keempat kampung yang terkena bencana tersebut berada di Kelurahan Serui Kota dan Tarau.

Baca Juga: Jelang PON XX Pemkot Jayapura Lakukan Kegiatan Memperindah Kota

Empat kampung di Kelurahan Serui Kota antara lain, Imandoam, Manaini, Rawa Gang 1, dan Kampung Cina Tuna. Sedangkan Kampung Bawai berada di Kelurahan Tarau.

BPBD Papua menyatakan, banjir dan longsor di Kota Serui, ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen terjadi pukul 06.00 hingga 09.00 WIT. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Banjir Merendam Beberapa Rumah Warga

Berdasarkan data BPBD Papua, 20 rumah terdampak longsor di Kampung Imandoa. Sementara banjir merendam 30 rumah di Kampung Manaini, 20 di Bawai, dan 20 di Rawa Gang 1.

Selain rumah warga, banjir juga ikut merendam RSUD Serui, Masjid Hidayat Tulah dan TK dan SD Ya Bunaya. Sebanyak 15 rumah warga belakang Koramil dan Balai Diklat BKPSBM juga terendam banjir. Untuk kerugian masih dalam proses pendataan.

“BPBD Papua mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan cuaca karena potensi hujan masih terjadi hingga awal Januari 2022. Demikian bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar lebih waspada,” tulis BPBD Papua dalam rilisnya.

Sementara itu, Pemerintah Kepulauan Yapen dan pihak TNI, Polri, serta Tim SAR telah mengambil langkah-langkah untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Alat berat juga telah dikerahkan untuk membantu membersihkan timbunan longsor di badan jalan dan yang menimpa rumah penduduk.