Bantuan Bencana Alam, Walkot Jayapura Usulkan Berupa Uang
beritapapua.id - Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano. (Foto: Istimewa)

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Papua Barat menimbulkan dampak yang besar bagi warga. Salah satu dampak yang terasa adalah kerugian materill dan beberapa kerusakan bagunan rumah akibat bencana tersebut.

Untuk itu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengusulkan agar warga yang menjadi korban banjir dan longsor khususnya rumah yang rusak, mendapatkan bantuan uang untuk biaya perbaikan.

“Rumah warga yang rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan ringan Rp 10 juta. Harus dibantu, nanti diusulkan ke pemerintah pusat,” ujar Tomi Mano di GOR Waringin Jayapura, Distrik Abepura, Selasa (18/1/2022).

Menurutnya bantuan itu pastinya sangat berharga bagi warga yang rumahnya terdampak, karena uang tersebut bisa untuk memperbaikin rumah yang rusak.

“Maka itu butuh data secara pasti, lihat, dan foto. Jangan dengar dari lurah, karena mereka (lurah) tidak turun lapangan. Balai sungai, PUPR, BPBD, BNPB sudah turun survei untuk melihat rumah-rumah warga yang terdampak,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menjelaskan bahwa menurut data sementara ada 1.498 rumah warga yang terdampak banjir dan longsor. Jumlah ini tersebar di empat distrik, yaitu Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura, Distrik Heram.

“Saya berharap ada respons baik (bantuan) dari pemerintah pusat sehingga warga yang terdampak ini merasa senang. Ini juga bagian dari pelayanan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Tomi Mano.

Mendirikan Rumah Susun

Ia juga mengatakan bawah saat ini akan mencari solusi terbaik untuk warga yang terlanjur mendirikan bangunan rumah di bantaran sungai dan lereng gunung, dengan melakukan penataan pembangunan perumahan sehingga tidak terjadi lagi korban jiwa dan harta benda.

“Misalnya, yang sudah membuat rumah di bantaran sungai dan lereng gunung, agar untuk dibuatkan rumah susun dan pindah dari bantaran sungai dan lereng gunung,” ujar Tomi Mano.

Baca Juga: Pasca Gempa di Banten, Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Sarpras Pendidikan

Wakil Wali Kota Jayapura mengatakan, instanasi teknis yang terlibat dalam tanggap bencana banjir dan longsor, agar memastikan rencana penanganan atau pendataan sampai kapan selesai, karena tanggap darurat berakhir 22 Januari 2022.

“Supaya tidak tumpah tindih dalam melakukan tugas di lapangan. Kami segera laporkan ke pemerintah pusat. Bantun kepada warga yang rumahnya rusak sangat penting, agar warga segera melakukan perbaikan supaya rumahnya kembali aman dan nyaman ditempati,” ujar Rustan.