Bantuan Sosial Khusus Kepala Keluarga Perempuan
beritapapua.id - Bantuan Sosial Khusus Kepala Keluarga Perempuan - Paradase

Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus kepada kepala keluarga perempuan yang terdampak pandemic covid-19. Bantuan ini adalah sebagai bentuk kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sehingga ekonomi dapat bertumbuh positf. Program ini menyasar 29 juta perempuan kepala keluarga.

Dikutip dari jawapos, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan karena perempuan kepala keluarga memegang peran penting dalam kesejahteraan anggota keluarganya. Dia menambah bahwa perempuan sebagai kelompok rentan juga mendapatkan perhatian dari pemerintah pada masa pandemi.

“Jangan lupa bawa policy-policy ini bukanlah gender-neutral. Kita ingin yang perempuan yang mendapatkan. Sebab, kepala keluarga perempuan insting pertamanya adalah melindungi anak-anak dan keluarganya,” ujarnya dalam acara diskusi virtual, Selasa (11/8).

Baca Juga: Staf KPU Kabupaten Yahukimo Papua Tewas Dibunuh

Selain Bantuan Sosial, Program untuk Kepala Keluarga Perempuan Ada Sejak 2015

Sri Mulyani mencontohkan bahwa sebelum pandemi, sudah ada program untuk perempuan kepala keluarga, yakni Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Sejak pertama kali diluncurkan dari 2015, sudah lebih dari 6,2 juta pengusaha perempuan yang mendapatkan manfaat dari program ini.

Sri Mulyani juga menegaskan konsep gender tagging, yang artinya seluruh belanja keuangan negara harus bisa dilabeli dengan dimensi gender.

Secara fisik dan biologi berbeda. Oleh karena itu, policy itu tidak boleh gender-neutral Tapi policy harus tahu perbedaan laki-laki dan perempuan,” katanya.

“Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan yang sama dan memberikan pemihakan yang adil untuk umat manusia yang memiliki perbedaan jenis kelamin,” tambahnya.

Sri Mulyani juga menekankan bahwa Pemerintah telah memulai strategi nasional keuangan inklusif untuk perempuan mulai tahun ini. Tujuannya adalah untuk menekan kesenjangan yang terjadi pada kelompok perempuan.

Prioritas strategi ini adalah peningkatan edukasi dan literasi keuangan bagi perempuan serta dukungan UMKM yang dikelola kelompok perempuan. Pemerintah pun akan mendorong perluasan kesempatan kerja bagi perempuan.

“Kita juga ingin agar jumlah dari perempuan-perempuan di Indonesia yang bisa produktif baik di dalam keluarganya maupun dia bekerja di luar keluarganya, dia akan bisa meningkatkan tidak hanya dari sisi income keluarga tapi juga martabat dan confidence dari perempuan itu sendiri,” tutup Sri Mulyani.