Bappenas Pertajam Strategi Pembangunan Papua
Beritapapua.id - Bappenas Pertajam Strategi Pembangunan Papua - rmoljatim

Bappenas Pertajam Strategi Pembangunan Papua –¬†Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat berisi tentang kebijakan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua untuk 2020-2024.

Pada Inpres itu, ada lima hal yang perlu diutamakan, yaitu sumber daya manusia unggul, inovatif, berkarakter, dan kontekstual Papua serta transformasi ekonomi berbasis wilayah adat dari hulu ke hilir. Kemudian, infrastruktur dasar dan ekonomi, kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta tata kelola pemerintah dan keamanan dengan tetap menghormati hak asasi manusia.

Presiden Jokowi mengatakan perlunya pembangunan yang lebih efektif untuk kesejahteraan bagi masyarakat Papua dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Papua. Guna menghimpun gagasan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa melakukan dialog dengan beberapa cendekiawan Papua.

Dialog yang dilakukan di Sorong, Provinsi Papua Barat, pada Jumat (13/11/2020) dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Provinsi Papua Barat Dance Sangkek. Selain itu, ada pula Wakil Rektor I Universitas Victory Sorong Tagor Manurung dan Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Rustamadji. Serta pelaku pariwisata Ruben Sauyai dan pelaku budidaya mutiara Arsyad Macap.

Baca Juga: Menag: Harusnya Agama Ajarkan Yang Baik

Dialog Dengan Cendikiawan Papua

Bappenas Pertajam Strategi Pembangunan Papua
Beritapapua.id – Bappenas Pertajam Strategi Pembangunan Papua – Kompas

Mengutip dari Kompas, Dialog tersebut dimulai dengan pembahasan kebijakan-kebijakan afirmasi terhadap Orang Asli Papua (OAP). Melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wilayah.

Di samping kebijakan afirmasi terhadap OAP, dialog tersebut juga membahas Klaster Kesejahteraan yang meliputi tujuh aspek. Yakni pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), lapangan kerja, Pembangunan Berkelanjutan dan infrastruktur.

Terdapat beberapa strategi yang dirumuskan sebagai langkah percepatan kesejahteraan. Seperti penguatan peran rumah sakit umum daerah, puskesmas, dan implementasi telemedicine menjadi strategi utama di sektor kesehatan. Sementara itu, pada sektor pendidikan dilakukan penguatan sekolah berpola asrama, penambahan kuota pengangkatan guru honorer. Kemudian ada peningkatan beasiswa OAP dan relawan pendidikan.

Ada pula upaya peningkatan ekonomi dengan menciptakan wirausaha muda melalui Papua Youth Creative Hub, pengembangan komoditas hulu-hilir, pemberdayaan pengusaha dan angkatan kerja OAP. Serta pemberdayaan 1.000 OAP bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Strategi percepatan lain yang dibahas dalam dialog antara lain pemenuhan infrastruktur dasar, peningkatan diplomasi dan kerja sama internasional. Dan afirmasi pemagangan Aparatur Sipil Negara daerah di kementerian/lembaga pusat, serta mengelola informasi dan komunikasi publik secara terpadu.

Selanjutnya juga dibahas tentang desain kemudahan berusaha dan penanaman modal. Lewat  pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial, start-up dan wirausaha muda Papua, serta afirmasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.