Bareskrim: Ada Unsur Pidana Dalam Kebakaran Kejagung
Beritapapua.id - Bareskrim: Ada Unsur Pidana Dalam Kebakaran Kejagung - Medcom

Bareskrim: Ada Unsur Pidana Dalam Kebakaran Kejagung – Bareskrim Polri menduga ada unsur pidana di balik peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu (22/8) silam. Saat ini Polri masih mendalami lebih lanjut peristiwa ini.

“Dari beberapa temuan di TKP serta olah TKP oleh rekan-rekan Puslabfor menggunakan instrumen, serta pemeriksaan 131 saksi dan beberapa yang sedang, kemudian mendapatkan keterangan-keterangan yang kita butuhkan, maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana,” kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di gedung Bareskrim, Jakarta, Kamis (17/9).

Listyo menuturkan bahwa api kemungkinan berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian. Ia menambahkan bahwa sebelum terjadi kebakaran, ada tukang yang sedang melakukan renovasi di lantai 6 gedung tersebut.

Listyo mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu api dengan menjalar ke ruangan dan lantai lainnya. Berdasarkan temuan polisi, ada sejumlah faktor yang menyebabkan cepatnya api tersebut menjalar.

“Penyebaran api tersebut karena adanya akseleran atau ACP pada lapisan luar gedung dan juga ada beberapa cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon,” ucapnya.

Saat kejadian, menurut Listyo, ada saksi yang berusaha memadamkan api. Namun hal tersebut tidak berhasil mengingat infrastruktur serta sarana dan prasarana tidak memadai, sehingga membutuhkan bantuan dari dinas pemadam kebakaran.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya kamera CCTV, sampel abu dan potongan kayu sisa kebakaran. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 131 saksi.

Baca Juga: Pilkada Papua Barat, Empat Daerah Beresiko Tularkan Covid-19

Ancaman Pidana Bagi Yang Terlibat

Listyo mengatakan bahwa unsur pidana yang terkait dengan peristiwa tersebut yakni Pasal 187 KUHP, dan/atau Pasal 188 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyebutkan barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Sedangkan Pasal 188 KUHP menyebutkan barang siapa dengan kesengajaan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Listyo menegaskan bahwa Polri dan Kejagung berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses siapapun yang terlibat.