Batal Terapkan Lockdown, Papua Akan Menerapkan PPKM Level 4
beritapapua.id - ilustrasi penyekatan pasca PPKM level 4. (foto : antara)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua batal menerapkan kebijakan lockdown, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Namun Pemprov Papua akan kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Penerapan PPKM Level 4 ini akan mulai pada, hari Selasa (03/08/2021) hingga 9 Agustus.

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Juru Bicara Rifai Darus menyampaikan, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 28 Tahun 2021, ada tiga daerah di Papua akan melaksanakan PPKM level 4, yakni Kabupaten Mimika, Merauke dan Kota Jayapura.

“Sementara PPKM level 3 ada di sembikan kabupaten dan level 2 ada di 17 kabupaten di wilayah Papua,” ujar Rifai pada, Selasa (3/8/2021).

Daerah-daerah di Papua yang menggelar PPKM Level 3, yakni Kabupaten Asmat, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Jayapura. Selanjutnya, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Keerom, Kabupaten Nabire, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Supiori. Hal itu tertuang dalam Inmendagri Nomor 29 Tahun 2021.

Fokus Menerapkan PPKM Level 4

Lukas Enembe meminta agar Tim Satgas Covid-19 untuk fokus menerapkan PPKM level 4. Dan ia juga berharap semua pihk dapat bekerja secara maksimal dalam pencegahan penularan Covid-19 di Papua. Dia menginstruksikan kepada tim memprioritaskan dan mengutamakan keselamatan masyarakat Papua selama penerapan kebijakan tersebut.

Rifai mengatakan bahwa Gubernur akan mempercepat vaksinasi bagi masyakarat Papua khususnya daerah yang akan menjadi tuan rumah PON XX nanti.

Baca Juga : Sekelompok Warga Membakar Mapolsek Nimboran Jayapura

“Gubernur juga akan memantau dan memonitoring serta mempercepat vaksinasi bagi masyarakat Papua, khususnya di daerah atau klaster yang akan melaksanakan PON nantinya,” kata Rifai.

Selain itu, Lukas Enemble menegaskan bahwa akan menutup pintu perbatasan untuk jalur akses keluar-masuk ke negara tetangga yaitu Papua Nugini. Penutupan ini berlaku sampai PPKM level 4 berakhir.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Suzana Wanggai menambahkan, penutupan gerbang perbatasan kedua negara RI-PNG hanya untuk diperketat. Perbatasan nantinya akan tetap terbuka ketika ada permintaan khusus.

“Ini bukan menutup total ya, namun bisa saja dibuka untuk perlintasan khusus, seperti ada pemulangan warga baik WNI dari PNG ke Indonesia maupun warga negara PNG Dari Indonesia ke PNG. Itu pun dengan persetujuan dua pemerintah,” ujar Suzana Wanggai.