Belajar Akhlak dari Pemain Bola Liverpool, Sadio Mane
Sadio Mane (foto : liverpoolfc.com)

Bagi penggemar bola, nama Sadio Mane mungkin tak lagi asing. Mane adalah pemain gelandang sayap dari klub sepak bola Inggris, Liverpool. Tak hanya permainannya yang apik, ia juga memiliki pesona lain yang membuat dunia memerhatikannya.

Selain Mohammed Salah, Sadio Mane adalah pemain yang kerap menjadi buah bibir bagi umat muslim dunia. Mereka berdua adalah pemain sepak bola beragama Islam yang menunjukkan identitasnya kala mengolah si kulit bundar itu.

Bayangkan, Sadio Mane memiliki gaji sebesar Rp 2,8 miliar per pekan. Namun, ia tak menghamburkan uangnya begitu saja. Ia masih menggunakan telepon genggam kuno yang bahkan layarnya sudah retak.

Kemudian, Sadio Mane kerap muncul dengan penampilan sederhana. Adapun ketika media mencoba mencari tahu alasannya, Sadio Mane menjawab,

“Mengapa saya harus menginginkan 10 Ferrari, 20 jam tangan berlian, atau dua pesawat? Apa yang akan dilakukan benda-benda ini bagi saya dan bagi dunia?” mengutip dari okezone.com.

Kemudian, Ia beberapa kali tertangkap kamera sedang membersihkan toilet sebuah masjid Inggris. Imam masjid mengungkap bahwa Mane kerap datang dengan kendaraan sederhana meski Mane memiliki mobil mewah.

Mane adalah salah satu representasi umat muslim masa kini yang patut kita tiru. Kekayaan dan status tak mengubahnya menjadi orang sombong. Bahkan, tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.

“Saya tidak akan menyentuh alkohol. Agama merupakan sesuatu yang penting bagi saya. Saya sangat menghormati aturan-aturan Islam,” lanjut Mane mengutip dari Daily Mail.

Lantas, kemana uang Mane ia belanjakan? Mane terkenal akan kedermawanannya. Faktanya, ia menyumbangkan uang sebesar 200 ribu poundsterling untuk fasilitas umum pada tempat kelahirannya. Jumlah tersebut setara dengan Rp 3.6 miliar. Uang itu ia gunakan untuk membangun sekolah, masjid, bahkan rumah sakit.

Sebaik-baiknya Manusia Adalah yang Bermanfaat Bagi Sesama

Ada kalimat menarik yang Sadio Mane ungkapkan pada media. Salah satunya adalah perihal fungsi barang mewah baginya dan bagi dunia. Menurut Mane, membelanjakan uang untuk barang mewah tidak akan bermanfaat banyak bagi orang.

Ini sejalan dengan hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلاَ خَيْرَ فِيْمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain. Dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, no. 5949.)

Memang, uang bukan segalanya. Namun, bukan berarti kita berhenti untuk mencari uang. Bahwa, kebermanfaatan dari uang tersebut adalah hal yang lebih penting daripada mencarinya dengan susah payah.

Baca Juga : Pemprov Papua Siapkan Draf Inpres Baru Untuk PON XX

Hadis tersebut menjelaskan tentang keutamaan bermanfaat bagi orang lain. Seorang muslim patut mampu menjadi bagian bagi masyarakat yang lebih luas. Salah satu caranya adalah menunjukkan kebaikannya dan kebermanfaatan kepada sesama.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3).

Dengan demikian, seorang muslim yang baik harus memiliki 4 hal dalam hidupnya. Pertama, beriman. Kedua, beramal saleh. Kemudian saling menasehati dalam kebaikan serta saling bersabar.

Jika ingin melihat seperti apa manusia muslim baik pada era modern, kita dapat mencontoh pemain asal negara Senegal itu.