Belum Selesai Corona, Virus Ebola Jadi Sorotan
beritapapua.id - Belum Selesai Corona, Virus Ebola Jadi Sorotan - Pikiran Rakyat

Belum Selesai Corona, Virus Ebola Jadi Sorotan – Warganet platform media sosial twitter dihebohkan dengan mencuatnya isu ebola di Afrika. Tagar ebola menduduki peringkat pertama dalam topik bahasan masyarakat twitter. Meski kasus tersebut terjadi di Afrika, ramai warganet Indonesia yang membicarakannya.

Republik Kongo kembali melaporkan virus mematikan itu mulai merebak. Di tengah perang melawan covid-19 yang mendunia, ebola kembali muncul. Menurut Menteri Kesehatan Kongo, Eteni Longondo, terdapat empat orang meninggal karena Ebola. Korban berasal dari sebuah distrik di kota barat laut Mbandaka.

“Lembaga Penelitian Biomedis Nasional (INRB) telah mengonfirmasi kepada saya bahwa sampel dari Mbandaka terbukti positif untuk Ebola,” kata Longondo pada konferensi pers, Senin (1/6).

Menanggapi kasus ebola, Menteri Kesehatan Kongo berencana untuk mengirim vaksin dan obat-obatan ke distrik tersebut. Menurutnya, kasus ini harus segera ditangani agar tidak semakin parah. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan mengirim tim untuk membantu Kongo.

“Untuk memperkuat kepemimpinan lokal, WHO berencana mengirim tim untuk mendukung respons. Mengingat kedekatan wabah baru ini dengan rute transportasi yang sibuk dan negara-negara tetangga yang rentan, kita harus bertindak cepat,” kata Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Universal Studio Jepang Kembali Buka Untuk Umum

Rekam Jejak Virus Ebola di Kongo

Menurut informasi Ibu kota Provinsi Equateur, Mbandaka, sebelumnya dilanda wabah Ebola antara Mei dan Juli 2018. Serangan itu mengakibatkan 33 orang meninggal dan 21 lainnya dinyatakan sembuh.

Selain itu, sejak 2018 epidemi ebola di timur negara itu telah menewaskan 2.280 orang. Meski pemerintah Kongo mengaku sudah berpengalaman dalam menghadapi ebola, namun hal ini tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, pejabat Kongo hendak mengumumkan negara akan bebas ebola pada 25 Juni. Hal ini tentu jika tidak ada kasus baru selama 42 hari–dua kali lipat masa inkubasi.

Wabah ini merupakan yang ke-11 terjadi di Kongo. Sebelumnya, diketahui bahwa Kongo sudah berjuang melawan ebola sejak pertama diidentifikasi pada 1976 di Equater.

Jika dihitung secara keseluruhan, ebola sudah menewaskan 11 ribu orang sejak 2014. Kasus tersebut paling banyak terjadi di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Apa Itu Ebola?

Virus ebola merupakan salah satu virus yang mematikan di dunia. Mereka yang terjangkit akan mengalami kematian yang mengerikan yang disebabkan oleh pendarahan organ dalam. Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh pasien, salah satunya darah.

WHO sendiri telah menetapkan penyakit ini sebagai penyakit dengan tingkat ekparahan yang tinggi. Mereka menyebutkan bahwa angka kematian dari  penyakit ebola berada pada kisaran 50 persen, tepatnya antara 25 hingga 90 persen.

Gejala yang dialami oleh penderita berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga menggigil. Ia merupakan virus yang jahat, yang mampu merubah sistem kekebalan tubuh manusia menjadi zat yang justru merugikan tubuh manusia.

Dalam sebuah video berdurasi 5:30 menit yang berjudul “The Ebola Virus Explained — How Your Body Fights For Survival” oleh akun Kurzgesagt – In a Nutshell, ebola dianalogikan layaknya sekelompok teroris. Ebola, masuk ke dalam sebuah negara–dalam hal ini tubuh manusia–dan memproduksi virus serta menghasut sistem kekebalan tubuh melawan tubuh. Hal itu berkebalikan dengan fungsi utama sistem kekebalan tubuh, yakni melawan virus.

Ebola menyebar ke seluruh organ dalam tubuh. Setelah sistem imun kewalahan dengan ebola, mereka akan melakukan upaya terakhir dengan melakukan cytokine storm atau badai cytokine. Sederhananya, sistem imun tubuh mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membunuh virus tersebut. Namun, hal ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Kondisi tersebut terjadi dalam kurun waktu 14 hingga 21 hari. Jika tidak mendapatkan penanganan, maka penderita ebola akan mengalami pendarahan internal hingga mengalami kematian. Ini yang menjelaskan mengapa WHO menyebutkan ebola sebagai virus yang sangat berbahaya.