Belum Vaksinasi, Warga Jayapura Tetap Mendapat BLT Dana Desa
beritapapua.id - Warga saat ikut vaksinasi di kantor Wali Kota Jayapura. (foto: jubi)

Dinas Pemberdayaan Masyarakarat Kampung Kabupaten Jayapura, Papua akan tetap menyerahkan Bantuan Langsung Tunai kepada warga yang membutukan. Dan penerima BLT Dana Desa tersebut tidak harus menjalani vaksinasi terlebih dahulu.

Akan tetapi, setiap Keluarga Penerima Manfaat BLT Dana Desa harus terlebih dahulu mengikuti sosialisasi manfaat vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyakarat Kampung Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra saat berada di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (1/9/2021) menyampaikan, bahwa Keluarga Penerima Manfaat bisa menerima BLT Dana Desa tanpa harus mengikuti vaksinasi, karena BLT Dana Desa adalah hak penerima manfaat.

Yarusabra menegaskan pihaknya akan terus menyosialisasikan manfaat aksinasi COVID-19 kepada para penerima BLT Dana Desa.

“Negara hadir utuh menjaga rakyatnya Dana BLT itu bagian dari pelayanan negara kepada rakyat dalam unsur menjaga keselamatan dan kesehatan warga masyarakat,” kata Yarusabra kepada Jubi.

Ia juga mengatakan rakyat yang memang berhak mendapatkan BLT Dana Desa akan tetap menerima BLT Dana Desa walaupun belum menjalani vaksinasi.

“Vaksin juga merupakan bagian dari pencegahan virus korona. Namun kami tidak bisa memaksakan penerima BLT harus vaksin dulu baru terima BLT. Kami juga tidak bisa bilang yang tidak divaksin tidak bisa menerima BLT,” ucap Yarusabra.

Baca Juga: Kejar Target 70 persen, Warga Jayapura Diminta Jalani Vaksinasi

Menurutnya jika vaksinasi COVID-19 menjadi syarat pencairan BLT Dana Desa di Kabupaten Jayapura, hal itu justru akan berdampak buruk.

“Jika kami paksakan penerima BLT semua wajib vaksin, itu akan menimbulkan pengaruh yang buruk, ujungnya nanti meresahkan masyarakat,” kata Yarusabra.

Menggelar Sosialiasi Manfaat Vaksinasi

Ia menyatakan DPMK Kabupaten Jayapura akan menggelar sosialisasi manfaat vaksin COVID-19 dalam pencairan BLT Dana Desa.

“Sekarang tugas kami bagaimana menyosialisasikan, jadi saat pembagian BLT itu ada tim medis di sana, tim medis menjelaskan penerima BLT. Mereka akan mendengarkan, mengerti, dan memutuskan untuk divaksin. Jika orang belum paham dan mengerti tentang vaksin, dan langsung dilakukan tindakan vaksin, itu sangat berbahaya,” kata Yarusabra.

Ia berharap sosialisasi kepada masyarakat tersebut nantinya memberikan penjelasan yang benar tentang manfaat dan risiko vaksinasi.

“Vaksin itu untuk apa, harus dijelaskan dengan baik, tapi tidak ada unsur paksaan di sana. Jika ada masyakarat yang sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu, berarti dia salah. Yang tidak tahu, itu harus kita jelaskan dengan baik,” tuturnya.