Benny Tjokrosaputro Dituntut Penjara Seumur Hidup
Beritapapua.id - Benny Tjokrosaputro Dituntut Penjara Seumur Hidup - Merdeka

Benny Tjokrosaputro Dituntut Penjara Seumur Hidup – Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dituntut penjara seumur hidup. Karena dinilai terbukti melakukan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 16,807 triliun.

“Menuntut supaya menjadi hakim pengadilan menyatakan terdakwa Benny Tjokrosaputro secara sah. Dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan pencucian uang sebagaimana dakwaan pertama primer dan kedua. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama seumur hidup ditambah denda Rp5 miliar subsider 1 tahun kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung KMS Roni, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/10).

Tidak hanya itu, Benny pun diwajibkan membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 6 triliun.

“Menghukum terdakwa dengan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp6.078.500.000.000. Dengan ketentuan jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut. Maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti,” kata Jaksa.

Jaksa meyakini Benny melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca Juga: PWI Papua Barat Lakukan Penggalangan Smartphone Untuk Pelajar

Terbukti Mencuci Uang

Dalam sidang tersebut, Jaksa juga meyakini bahwa Benny Tjokro dan pemilik Maxima Integra Investama Heru Hidayat, terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jaksa meyakini Benny dan Heru menyembunyikan hartanya dengan membeli aset.

Menurut Jaksa, Benny dan Heru menyamarkan tindakan pencucian uang tersebut. Dengan cara membeli tanah dan jual beli saham, yang melibatkan sejumlah pihak.

“Oleh karena itu, kami berpendapat unsur menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain telah terbukti,” ucap Jaksa.

Atas tindakannya, Jaksa meyakini Benny melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.