Beradaptasi lewat New normal atau pola hidup baru
beritapapua.id - Beradaptasi lewat New normal atau pola hidup baru - Okezone

Indonesia kini tengah mempersiapkan untuk memasuki fase normal baru atau yang kita kenal dengan New normal dari pandemi Covid-19. New Normal sendiri diartikan sebagai bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan. Berbagai persiapan new normal tengah dilakukan pemerintah guna mulai nmnjalankan pola hidup baru ini, meski sejumlah indikator mengatakan Indonesia masih belum layak memasuki fase tersebut. Di tengah berbagai persiapan tersebut, sebenarnya new normal masih sebatas wacana dan belum ada keputusan resmi dari pemerintah. Sebab hingga saat ini pemerintah masih mengkaji rencana kebijakan tersebut.

Aturan terkait Skenarion New normal itu sendiri sudah diterbitkan. Aturan normal baru di perkantoran dan industri telah diterbitkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dimana isinya mengatur segala hal terkait pencegahan Covid-19 untuk pekerja dan di tempat kerja, baik semasa pemberlakuan PSBB maupun pasca-PSBB. Terkait di lingkungan BUMN, melalui Surat Edaran Nomor S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN yang berlaku usai lebaran, para karyawan harus bersiap kembali ke kantor sesuai dengan aturan tersebut. Begitu pula dengan skenario normal baru untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur mengena sistem kerja ASN akan segera diterbitkan.

Baca Juga: Membuka Kembali Rumah Ibadah, Siapkah Kita?

Pertimbangan Penerapan New Normal

Pemerintah menyatakan ada tiga indikator yang dipertimbangkan untuk menerapkan normal baru. Pertama, tingkat penularan yang harus di bawah 1 selama dua minggu berturut-turut. Kedua, kapasitas tempat tidur rumah sakit dan IGD untuk pelayanan Covid-19 harus lebih besar dari jumlah kasus baru yang memerlukan perawatan. Ketiga, pengetesan setidaknya harus mencapai 3.500 tes per 1 juta penduduk.

Dalam hal ini, Pemerintah sendiri mengatakan bahwa kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci penerapan normal baru. Oleh sebab itu pemerintah mengerahkan TNI dan Polri untuk mendisiplinkan masyarakat. Personel TNI-Polri tersebut akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan bahwa masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona. Nantinya mereka disebar diberbagai titik keramaian masyarakat seperti pasar dan mal.

Pengawasan yang akan laksanakan oleh Pemerintah adalah mencakup hal-hal seperti, mewajibkan seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker, kemudian berkegiatan dengan tetap jaga jarak aman. Selain itu, akan sediakan tempat mencuci tangan, atau hand sanitizer diberbagai titik keramaian. Terkait penerapannya sendiri, Pemerintah sudah menyiapakan data sebanyak 4 provinsi dan 25 kabupaten kota yang akan dikawal ketat TNI dan Polri guna oenerapan pola normal baru ini.