Pesepeda Dilindungi UU Lalu Lintas
Pesepeda Dilindungi UU Lalu Lintas

Pesepeda Dilindungi UU Lalu Lintas – Maraknya pengguna sepeda di jalan raya akhir-akhir ini sempat membikin kesal berbagai pihak pengguna jalan. Arogansi dan menggunakan jalan ‘semaunya sendiri’ membuat pengguna sepeda mendapatkan stigma yang buruk.

Sepeda memang menjadi alternatif transportasi yang menyehatkan. Belum lagi menghitung dampak lingkungan yang ditimbulkan secara signifikan, jika alat transportasi kendaraan bermotor digantikan oleh sepeda.

Namun, pengguna sepeda terutama di kota-kota besar, justru lebih sering muncul sebagai tren aktivitas orang-orang berduit. Aktivitas yang dilakukan secara berkelompok ini malah menjadi ajang memamerkan harga sepedanya, ketimbang aktivitas olahraganya.

Munculnya para pengguna sepeda yang melakukan aktivitasnya secara berkelompok dengan nilai gengsinya sendiri, cenderung menjadikan para pesepeda ini arogan. Menggunakan jalan raya dengan semaunya sendiri, bahkan terkadang menggunakan pengawalan polisi, membuat para penggemar road bike atau sepeda balap ini menjadi besar kepala.

Bersepeda dan Jogging Dikawal Polisi

Baca juga: Hikayat Kudeta Indonesia dan Lelakonnya

Padahal, konvoi yang dilakukan oleh klub-klub atau kelompok-kelompok pesepeda ini, bukan dalam event atau dalam selenggaraan kegiatan resmi, hingga diperbolehkan mempergunakan pengawalan dari pihak kepolisian.

Di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, disebutkan jelas bahwa Polri memiliki tugas untuk melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah. Bukan untuk kegiatan relaksasasi atau kongko-kongko berkelompok yang kerap dilakukan oleh para pesepeda.

Beberapa kali penggunaan patwal oleh kelompok kegiatan memang telah disoroti oleh masyarakat. Bahkan yang pernah menjadi kehebohan di dunia maya, Richard Muljadi, seorang selebriti sekaligus miliader, dikawal dengan pengawalan kepolisian pada saat melakukan aktivitas jogging.

Meskipun Kesal, Pengguna Sepeda Harus Diwaspadai

Baca juga: Sanksi Terhadap Masyarakat Yang Tolak Vaksinasi

Tingkah para pesepeda di jalan raya, memang membuat pengguna jalan lainnya sangat kesal. Menggunakan jalur di tengah serta tidak mau mengalah, seakan menunjukkan mereka adalah pengguna jalan raya yang eksklusif.

Pesepeda Dilindungi UU Lalu Lintas

Meskipun begitu, ternyata pesepeda adalah pengguna jalan yang memang harus diutamakan keselamatannya. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di dalam Pasal 106 ayat 2, tertulis ”pengguna kendaraan bermotor wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.” Apakah ini berarti pesepeda merupakan pengguna jalan eksklusif dan harus diprioritaskan?

Di dalam UU Lalu Lintas tersebut, pesepeda bukanlah pengguna jalan eksklusif yang harus diprioritaskan oleh pengguna jalan lainnya. Namun, pesepeda dan pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang paling rentan, sehingga membutuhkan kewaspadaan dari pengguna jalan lainnya.

Adapun status hukumnya di dalam UU Lalu Lintas, sama dengan pengguna jalan lainnya. Hal ini berarti jika terjadi kecelakaan di jalan raya, pengguna sepeda tidak serta merta menjadi pihak korban dan pengguna jalan lainnya menjadi pihak yang bersalah.